Repatriasi Dongkrak Konfidensi Pemodal

INDOPOS.CO.ID-Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali parkir di zona positif. Indeks menanjak 4,06 points (0,09 persen) menjadi 5.272. Sayangnya, gerak apresiatif Indeks itu tidak dibarengi transaksi di lantai bursa. Di mana, lagi-lagi pemodal asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 289 miliar.

Menurut analis NH Korindo Securities Raphon Prima menyebut Indeks ditutup mendatar menyusul sentimen positif penguatan rupiah. Itu dipicu ekspektasi aliran dana repatriasi tax amnesty Desember. ”Indeks menguat karena ada asa aliran dana repatriasi ke pasar modal,” ungkap Prima.

Baca Juga :

Namun sentimen positif itu, diimbangi sentimen negatif. Di mana, sentimen buruk itu bersumber dari sektor pertambangan. Selanjutnya, penguatan harga minyak dunia terhenti akibat laporan produksi negara OPEC dan Russia justru meningkat. ”Jadi, perdagangan berlangsung amat ketat dengan transaksi tidak terlalu semarak,” tegasnya.

Selanjutnya, Indeks diprediksi masih akan melanjutkan apresiasi. Dengan dukungan support di kisaran 5.152 cukup teruji, peluang melakukan akumulasi pembelian dapat dilakukan investor saat terjadi koreksi wajar.

Baca Juga :

Kebucinan Dalam Lantunan Lagu Syifa Hadju

Sebagai moment dalam proses kenikan Indeks. Target resistence wajib ditembus pada level 5.336 sehingga dapat memper kokoh pola uptrend jangka menengah, fluktuasi nilai tukar jelang penghujung tahun dan harga komoditas. ”Sejumlah faktor ini bakal membayangi pola gerak Indeks,” tegas analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya.

Penguatan Indeks itu bakal didukung sejumlah gerak saham. Misalnya, Jasa Marga (JSMR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), (TLKM), Unilever (UNVR), dan Astra Agro Lestari (AALI).

Baca Juga :

Kemarin, sepanjang perdagangan terjadi transaksi sejumlah Rp 7,101 triliun dengan volume 94,3 juta lot saham. Di pasar reguler terjadi transaksi Rp 4,948 triliun dengan volume 68,6 juta lot dan pasar negosiasi Rp 2,139 triliun dengan volume 24,5 juta lot.

Sedangkan investor asing melakukan aksi beli Rp 1,664 triliun dengan volume 5,6 juta lot saham dan aksi jual Rp 2,270 triliun dengan volume 10,4  juta lot saham. Sehingga asing tercatat jual bersih Rp 605 miliar. (far)

 

Komentar telah ditutup.