Jumat, 16 November 2018 11:21 WIB
pmk

Internasional

Trump Pancing Amarah Beijing

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

MIKIR: Donald Trump. Foto: CNN

INDOPOS.CO.ID– Di tengah kesibukan menyusun kabinet, Donald Trump kembali memancing emosi Beijing. Minggu waktu setempat (4/12) presiden terpilih Amerika Serikat (AS) itu mengkritik kebijakan finansial dan luar negeri Negeri Panda tersebut. Seperti yang sudah-sudah, taipan 70 tahun itu mengkritik lewat Twitter.

Trump menuduh Tiongkok sengaja mengoyak stabilitas perekonomian lewat devaluasi yuan beberapa waktu lalu. Kebijakan itu jelas menguntungkan para eksporter Tiongkok dan membuat eksporter dari negara lain menjerit. Meski kebijakan tersebut sempat memantik protes dari banyak pihak, Beijing tidak peduli. Menurut Trump, itu disebabkan Tiongkok haus ekspansi. Baik di bidang ekonomi maupun geografi.

’’Apakah Tiongkok bertanya kepada kita saat hendak mendevaluasi nilai mata uang mereka, menetapkan pajak yang mahal untuk produk kita yang masuk ke wilayahnya, atau membangun kompleks militer di Laut China Selatan? Saya rasa tidak,’’ protes pemilik Trump Tower tersebut. Terkait dengan konflik Laut China Selatan yang melibatkan sekutu AS di Asia, Washington menyiagakan beberapa kapal milik Angkatan Laut (AL) di sana.

Sejak menjadi presiden terpilih, Trump dua kali ini menyinggung Beijing. Sebelum kritik via Twitter Minggu, dia nekat melakukan perbincangan telepon dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pekan lalu. Padahal, sejak era Presiden Jimmy Carter pada 1979, AS tak lagi punya hubungan diplomatik dengan Taiwan. Segala hal yang berkaitan dengan urusan diplomatik selalu dibicarakan dengan Tiongkok.

Kesepakatan diplomatik yang sudah berlaku selama empat dekade terakhir itu gugur oleh Trump. Maka, tidak heran Beijing protes begitu mendengar percakapan jarak jauh antara Trump dan Tsai. Selain Beijing, percakapan itu membuat Gedung Putih geram. ’’Meskipun Trump mengaku hanya menerima telepon Tsai, pasti ada kesepakatan dua pihak sebelum perbincangan telepon itu terjadi,’’ kata seorang pejabat Gedung Putih.

Untung, protes Tiongkok itu tidak diikuti dengan pemutusan hubungan diplomatik. Hingga kemarin, hubungan diplomatik dua negara tetap baik. Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama tetap menganut prinsip Satu Tiongkok. Lewat prinsip itu, Washington menganggap Taiwan sebagai satu bagian utuh dari Tiongkok.

Sementara itu, tim transisi Trump menegaskan bahwa penyusunan kabinet hampir usai. Kemarin ayah Ivanka tersebut sukses mengisi satu lagi posisi menteri. Ben Carson, dokter ahli bedah saraf yang juga sempat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Partai Republik, bergabung dalam kabinet Trump. Pria 65 tahun itu menerima jabatan sebagai menteri perumahan rakyat dan pembangunan wilayah urban.

’’Ben Carson punya otak yang cemerlang dan punya perhatian yang sangat besar terhadap rakyat. Prinsipnya adalah memperkuat masyarakat dan masing-masing keluarga yang ada di dalamnya,’’ terang Trump. Carson merupakan pria pertama Afrika-Amerika yang masuk kabinet Trump.

Trump, tampaknya, sudah semakin siap menjadi presiden. Januari nanti dia resmi menggantikan Obama sebagai commander in chief. Namun, setelah pelantikan pada 20 Januari nanti, sudah ada sejumlah besar perempuan yang menantikannya. Mereka adalah kelompok anti-Trump yang menolak kepresidenan sekaligus pemerintahan mantan host The Apprentice tersebut.

Yang menggagas unjuk rasa tersebut adalah Teresa Shook, perempuan asal Hawaii. ’’Saya tinggal di pulau yang terpencil. Maka, saat Trump menang dan dunia bereaksi, saya hanya bisa menuangkan protes saya lewat Facebook. Dan, yang terlintas di kepala saya hanyalah bahwa kita harus turun ke jalan untuk menentang pria sentimen seperti dia,’’ ujar nenek yang masih terlihat menarik di usia tuanya tersebut.

Empat pekan setelah ajakan Shook turun ke jalan, lebih dari 125.000 orang dari seluruh penjuru AS menyatakan kesanggupan untuk berunjuk rasa. ’’Saya tidak punya rencana apa-apa saat itu. Yang saya tahu, kita harus turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi bersama,’’ paparnya. Selain di Washington, aksi protes serupa dihelat di Kota London dan Frankfurt pada 21 Januari mendatang. (AFP/Reuters/BBC/hep/c19/any/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN