Rabu, 26 September 2018 06:13 WIB
pmk

Hukum

Diduga Teroris, 11 Orang dari Lampung Ini Diperiksa Polisi

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Polri menangkap sebelas orang terduga teroris yang berada di Sumatera Utara. Sebelas orang yang berasal dari Lampung ini bermukim di belakang gereja yang ada di Kelurahan Pardede Onan, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto menerangkan, penangkapan ini dikarenakan ramai dikabarkan di media sosial, bahwa sebelas orang ini diindikasi sebagai teroris. Namun hingga kini petugas belum bisa memastikan apakah sebelas orang ini masuk dalam jaringan teroris atau terlibat sejumlah aksi teror.

“Setelah diintrograsi sampai saat ini belum dapat dibuktikan. Tapi koordinasi telah dilakukan dengan Densus, apakah nama-nama yang ditangkap masuk dalam daftar (yang dicari),” tutur dia, Selasa (6/12).

Penangkapan ini berlangsung pada Senin (5/12) malam sekira pukul 23.00 WIB. Tepatnta di rumah kontrakan milik M. Siahaan yang ada di Jalan Tandang Buhit Kelurahan Pardede Onan.

Kemudian didapati sebelas orang yang diketahui bekerja sebagai sales dan mekanik dari UD Tabet Jaya yang bergerak di bidang alat-alat rumah, pengaman kompor dan penghemat kompor yang berkantor di Jalan Raya Raden  Intan Desa Negeri Jaya Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tangga Mus, Lampung.

Kelompok ini lanjut Rikwanto diketuai olej Syahmiri (43) yang berasal dari Desa Banding Agung Kabupaten Lampung.

“Dari pengakuannya, kelompok ini baru lima hari berada di sana. Rumah itu dikontrak dengan membayar Rp 1 juta per bulan,” beber dia.

Adapun identitas sebelas orang yang dicurigai sebagai teroris itu adalah sebagai berikut: Syamsiri (42), Junaidi (48), Zarrudin (49), Erwinsyah (21), Fikri Irawan (17), Suprizal (22), Daniel Saputra (30), Depi Irawan (29), Arip Riansyah (24), Azmi Ardiansyah (23), Wahyudi (28)

Rikwanto menuturkan, kecurigaan warga bermula karena para orang yang diduga teroris ini pendatang dan berdiam bersama-sama sebanyak 11 orang serta semuanya adalah laki-laki.

"Massa semakin ramai d ilokasi sekitar tempat kontrakan warga Lampung itu disebabkan adanya perkataan dari oknum yang tidak bertanggungjawab bahwa mereka diduga teroris yang melarikan diri dari Siborong-borong,” tukas dia. (elf/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teroris 

Berita Terkait

IKLAN