Kamis, 15 November 2018 03:34 WIB
pmk

Internasional

Muncul Sebentar, Alabed Bana Minta Doa

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

MAKAN PIZZA: Alabed Bana. Foto: Daily Mail

INDOPOS.CO.ID– Tagar #WhereisBana sukses mengembalikan @AlabedBana ke dunia maya. Senin waktu setempat (5/12) akun bocah perempuan itu aktif lagi. Tapi, seperti cuitan sebelumnya, kembali ada salam perpisahan di akhir kalimat sang ibu, Fatemah. Dia begitu takut nyawanya bakal terenggut. Sementara itu, di markas besar PBB, Dewan Keamanan (DK) kembali gagal melahirkan resolusi untuk Syria.

’’Diserang. Tak ada tempat untuk berlindung. Tiap menit terasa seperti kematian. Doakan kami. Selamat tinggal – Fatemah #Aleppo,’’ tulis ibu Bana. Cuitan singkat bernada cemas itu menjadi jawaban bagi sekitar 200.000 follower yang mengkhawatirkan nasib gadis tujuh tahun tersebut sejak Minggu (4/12). Sebab, @AlabedBana lenyap setelah sempat mengunggah satu kalimat tentang penangkapan oleh militer.

Minggu lalu para pengguna Twitter ramai-ramai mencari Bana dengan mencantumkan #WhereisBana pada cuitan mereka. Sebagian di antaranya meminta sulung tiga bersaudara itu segera berbagi kabar lagi via Twitter jika lolos dari serangan udara pasukan Syria dan Rusia. Kemarin Fatemah menjawab kecemasan para follower @AlabedBana. Tapi, setelah itu, akun Bana kembali pasif.

Sejak akhir September, Bana rajin berbagi kabar terbaru tentang Kota Aleppo yang menjadi palagan utama perang Syria. Mulai serangan tanpa henti di malam hari sampai dampak aksi udara membabi buta tersebut. Dalam salah satu video yang dia unggah via Twitter pun terdengar dentuman di kejauhan. Maka, wajar akun tersebut sarat dengan foto-foto yang masuk kategori vulgar. Misalnya, mayat bergelimpangan.

Kemarin kabar tentang Bana juga disampaikan sang ayah. Dalam wawancara via telepon dengan Agence France-Presse, Ghassan menegaskan bahwa dia dan keluarganya selamat. Mereka juga luput dari tangan militer yang menangkapi warga sipil sejak berhasil merebut sebagian besar wilayah oposisi bersenjata di sisi timur Aleppo. ’’Kami melarikan diri ke sisi lain Aleppo Timur. Kami semua selamat. Koneksi internet buruk,’’ ujarnya.

Akhir November lalu Bana mengabarkan bahwa rumahnya hancur akibat rudal. Dia pun terpaksa bertahan di jalanan bersama banyak warga sipil yang lain. Karena tak ada bantuan yang bisa mencapai Aleppo, kondisi warga yang masih selamat pun memprihatinkan. ’’Tak ada obat-obatan. Tak ada air bersih. Kami segera mati. Bahkan sebelum ada bom yang mengenai tubuh kami,’’ keluh Bana saat itu.

Cuitan Bana yang disertai foto dan video tentang Aleppo yang porak-poranda itu jelas membuat Presiden Bashar al-Assad berang. Dia menganggap akun tersebut sengaja diciptakan oposisi sebagai alat propaganda. Para pendukung Assad di dunia maya pun sering menyerang @AlabedBana. Bahkan, netizen pro pemerintah tak jarang mengirimkan ancaman kematian terhadap Bana.

Aksi udara yang tak sehari pun berhenti sejak pertengahan September lalu itu membuat PBB geram. Apalagi, bantuan kemanusiaan tidak sampai ke ibu kota Provinsi Aleppo tersebut. Sayang, Dewan Keamanan (DK) PBB lagi-lagi tak satu suara saat membahas resolusi untuk Syria. Senin lalu Tiongkok dan Rusia memveto rencana DK PBB untuk menerbitkan resolusi tentang gencatan senjata tujuh hari di Aleppo.

’’Gencatan hanya akan membuat pemberontak memperkuat diri dan mengisi lagi amunisi mereka. Ini hanya akan membuat warga sipil tambah menderita,’’ dalih Vitaly Churkin, duta besar Rusia untuk PBB. Karena itu, Moskow menolak gencatan senjata dan mengabaikan krisis kemanusiaan di Aleppo. Hingga kemarin, sudah enam kali Rusia menggunakan hak veto untuk menolak resolusi DK PBB terhadap Syria.

Dari Damaskus, Kementerian Luar Negeri Syria juga menegaskan penolakan terhadap gencatan senjata. Pemerintahan Assad akan terus menggempur Aleppo untuk membebaskan warga sipil yang terjebak di sarang pemberontak. Padahal, seperti pengakuan keluarga Bana, mereka sendiri yang memilih hidup di wilayah oposisi. Mereka juga tidak merasa menjadi tawanan.

’’Syria tidak akan pernah meninggalkan warga sipil yang masih berada di sisi timur Aleppo. Mereka ditawan pemberontak. Dan, kami akan berusaha keras untuk membebaskan mereka semua,’’ terang kementerian sebagaimana dikutip Kantor Berita SANA. Damaskus pun langsung mengapresiasi veto dua negara anggota tetap DK PBB yang juga sekutunya itu. (AFP/Reuters/CNN/hep/c19/any/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN