Sabtu, 22 September 2018 10:25 WIB
pmk

Megapolitan

Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Karawang Meningkat 20 Persen

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

INDOPOS.CO.ID-Selama tahun 2016, tindak kekerasan terhadap anak di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding tahun 2015. Hal itu salah satunya dipicu minimnya pengawasan peran orang tua terhadap anak.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, Ipda Herwit Juanita menyebutkan, pada tahun 2016 dari Januari hingga November, pihak kepolisian telah menangani sebanyak 77 kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Kurang lebih kenaikan kasus kekerasan pada anak di tahun 2016 ini mencapai 20 persen," ungkap Herwit.

Herwit menyebutkan, rata-rata kasus pencabulan menimpa anak-anak yang masih berumur 15 tahun dengan rata-rata para pelajar di tingkat menengah pertama (SMP, red).

"Namun yang kita lihat rata-rata modus para tersangka adalah melakukan bujuk rayu, meskipun ada yang melakukan pengancaman. Hal tersebut dilakukan oleh orang-orang dekat para korbannya," ucapnya.

Menurut keterangan para psikolog, Herwit menyebutkan bahwa kondisi ini akibat lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak.

 "Ada kasus yang anaknya rela untuk disetubuhi si korban, karena bujuk rayu para pelaku. Tetapi kemudian kepergok orang tuanya dan menurut keterangan psikolog, karena kurangnya komunikasi orang tua terhadap anak yang sangat lemah," ucapnya.

Ia berharap untuk membantu tingkat pengawasan orang tua, bukan hanya melalui sosialisasi. Melainkan juga melalui ketegasan peraturan dari pemerintah daerah yang mampu mengontrol tingkat pengawasan orang tua seperti halnya jam malam pada remaja di Karawang.

"Orang tua juga harus tahu, anaknya bermain dengan siapa. Lalu menanyakan kondisi anaknya setiap hari. Jangan sampai kontrol orang tua ini lemah perannya," pungkasnya. (use/din/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN