Selasa, 14 Agustus 2018 10:14 WIB
pmk

Total Football

Garuda Tetap Rileks Jelang Laga Hidup Mati

Redaktur:

TARGET FINAL: Boaz Salossa (tengah) dan Lerby Eliandry (kanan), pemain tim nasional Indonesia saat berlatih di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, kemarin (6/12).

INDOPOS.CO.ID - Tim Nasional (Timans) Indonesia akan menjalani laga knock out dengan menantang tuan rumah Vietnam dalam second leg babak semifinal Piala AFF 2016 di My Dinh, Stadium, Hanoi, malam nanti. Meski begitu, tidak tampak sedikitpun ketegangan di wajah Boaz Solossa dan kawan-kawan. Para penggawa Timnas terlihat gayeng dan rileks ketika menjalani official training di venue pertandingan, tadi malam. 

Program latihan yang diberikan oleh sang pelatih Alfred Riedl pun dilahap dengan enjoy oleh para skuad Garuda - julukan Timnas - dalam latihan selama satu jam itu. ’’Saya dan tim pelatih sudah berdiskusi. Dan, kami putuskan untuk bisa menciptakan suasana serileks mungkin di dalam tim,’’ kata Chief de Mission Timnas, Iwan Budianto, tadi malam. 

Menurut dia, pertandingan melawan Vietnam yang akan ditayangkan langsung oleh RCTI pada pukul 19.00 Wib itu, memang salah satu yang paling penting. Bahkan, untuk meraih hasil imbang saja, sepertinya tidak begitu mudah. Mengingat, tuan rumah yang menjadi salah satu favorit juara itu akan bermain terbuka untuk mengejar ketertinggalan 1-2 saat di leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor, 3 Desember lalu. 

’’Laga penting iya, tapi bukan berarti kami harus tegang juga kan. Karena, kalau pemain nerveous, maka mereka akan kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka,’’ lanjut Iwan yang juga CEO Arema Cronus itu. 

Kondisi penggawa Indonesia tersebut berbeda terbalik dengan psikologis yang ditunjukan oleh pemain tuan rumah yang terlihat berada di bawah tekanan. Tanda-tanda ketegangan itu sudah mulai tampak ketika di ruang pres converence di Crowne Hotel, di Hanoi, siang kemarin. Sang pelatih, Nguyen Huu Thang jarang tersenyum, gaya duduknya pun kaku. Tegang. 

Sementara Alfred Riedl, pelatih Indonesia berkali-kali melempar senyum. Setiap pertanyaan yang dilemparkam oleh para awak media pun, sengaja dia jawab dengan slentingan yang mengundang tawa. Misalnya, ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait strategi pelatih bila pertandingan akan ditentukan lewat adu penalti. 

’’Tentang adu penalti? Itu kan keinginan kalian. Saya malah tidak berpikir sama sekali untuk adanya adu penalti dalam laga besok (hari ini, Red). Saya inginkan adalah Indonesia harus kalah dengan skor 2-3,’’ ujar Riedl sambil tersenyum. Jawaban Riedl tersebut tidak salah. Sebab, meski kalah dengan skor 2-3, Indonesia tetap lolos ke final karena unggul gol tandang. 

Meski begitu, pelatih asal Austria itu menjelaskan bahwa, strategi latihan adu penalti sebenarnya tidak lazim. Toh, meski bagus dalam eksekusi penalti ketika latihan, belum tentu bisa melakukannya dengan baik ketika sudah di pertandingan. ’’Eksekusi penalti itu butuh mental kuat. Dan, saya kira mental pemain kami cukup baik kalau diberikan tugas itu,’’ tegasnya.

Sementara itu, salah satu gelandang bertahan Timnas, Bayu Pradana mengatakan bahwa dia sudah siap bila diberikan tanggung jawab sebagai salah satu eksekutor penalti di laga malam nanti. Sebab, saat di Mitra Kukar, dia adalah penendang kedua bila ada drama adu penalti. ’’Saya siap saja kalau memang akhirnya ada drama adu penalti,’’ ungkapnya. 

Memang, bila pertandingan nanti malam berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah, dan tetap bertahan hingga perpanjangan waktu, maka tim pemenangan akan ditentukan oleh drama adu penalti. Riedl mengatakan, dia tidak berani menerapkan program latihan penalti itu lantaran khawatir tim tuan rumah sudah menyiapkan kamera pengintai di stadion.

Sementara itu, pelatih Timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang mengakui bahwa, pertandingan malam nanti akan menjadi penentuan terakhir bagi mereka untuk lolos atau tidaknya ke babak final nanti. dengan begitu, mereka harus akan berjuang habis-habisan untuk bisa mengembalikan kekalahan 1-2  atas Indonesia di leg pertama lalu. 

’’Untuk laga nanti, beban kami memang jauh lebih berat dibandingan Indonesia. Karena hasil di leg pertama tidak begitu menguntungkan kami. Jadi, sudah tentu kami akan bermain labih baik lagi, lebih fight lagi,’’ kata Nguyen.

’’Ini pertandingan yang sangat krusial, dan kami akan mengupayakan semua cara untuk bisa lolos ke final,’’ tegasnya. Vietnam memang pernah mempunyai pengalaman untuk mengembalikan keadaan dari kekalahan ke kemenangan saat melawan Indonesia. Itu terjadi saat kedua tim bentrok dalam pertandingan ujicoba internasional di My Dinh Stadium, 8 Oktober lalu. Ketika itu, Indonesia sudah unggul 2-1 lewat gol Boaz Solossa (38') dan Irfan Bachdim (52').

Sebelumnya, kapten Vietnam Le Cong Vinh sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-45. Dan, mereka berhasil mencetak dua gol balasan di 29 menit terakhir, masing-masing lewat Nguyen Cong Phuong (71') dan Nguyen Van Toan (83'). Dari pengalaman itu, skuad Garuda harus fokus hingga menit terakhir. (ben)


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-aff-2016 

Berita Terkait

Jokowi Berikan Bonus Rp200 Juta ke Tiap Pemain

Total Football

Menpora Sambut Timnas dan Pastikan Bonus Ada

Indosport

Timnas Indonesia Tiba di Tanah Air, Disambut Meriah

Indosport

IKLAN