Jumat, 16 November 2018 10:44 WIB
pmk

Hukum

KPK Telisik Bukti Baru Sumber Waras

Redaktur:

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebut bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki temuan baru selain yang terkait dengan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Temuan BPK itu mengenai kerugian negara di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diduga terkait aset Pemprov yang tidak masuk ke dalam APBD (off budget).

’’Katanya ada info dan data baru mengenai pengadaan tanah yang lain. Misalkan Cengkareng dan Sumber Waras. Jadi, kami ingin menggali informasi dari mereka mengenai proyek-proyek off budget,’’ kata Agus di gedung KPK, Selasa (6/12). Dana off budget merupakan dana yang pengelolaan dan penggunaannya dicatat sendiri oleh Pemprov tanpa mekanisme pengelolaan anggaran.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Perbendaharaan Negara. Agus mengatakan, sesuai undang-undang itu, segala penerimaan di Pemprov seharusnya dicatat dalam APBD. Menurut Agus, dana yang diterima Pemprov dapat tidak dimasukkan dalam APBD hanya dalam keadaan tertentu. Misalnya, dalam keadaan darurat, pertanggungjawaban dapat dimasukkan di APBD Perubahan (APBD-P). Kemudian, penerimaan itu dicatat sebagai aset.

’’Kalau off budgeting, diskresi diperkenankan kalau aturannya belum ada dan mendesak. Kami akan lihat, apakah kondisinya mendesak atau tidak. Kemudian peraturannya ada atau tidak,’’ papar Agus. Meski demikian, hingga saat ini KPK dan BPK belum bertemu untuk membicarakan temuan baru tersebut.

Sebelumnya, Agus mengatakan bahwa BPK memiliki temuan baru tentang pembelian lahan rumah sakit seluas 3,64 hektare. Selain itu, BPK memiliki informasi lainnya yang akan disampaikan kepada KPK. (fa/put/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-sumber-waras 

Berita Terkait

Kasus Sumber Waras Menunggu Dituntaskan

Jakarta Raya

Gara-gara Hal Ini, Djarot Dianggap Gali Kubur Ahok

Jakarta Raya

Ada Sinyal RS Sumber Waras Diselidiki Lagi

Jakarta Raya

IKLAN