Minggu, 23 September 2018 02:17 WIB
pmk

Total Sport

Hasrat Juventus Bidik Juara Grup

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID  – Lolos ke babak 16 Besar Liga Champions? Juventus sudah menjejaknya sejak matchday ke-5 dua pekan lalu WIB. Akan tetapi, dengan status sebagai apa Si Nyonya Tua bakal melenggang dari fase grup H ini, bentrok dengan Dinamo Zagreb di Juventus Stadium, Turin, dini hari nanti WIB yang dapat jadi penentunya.

Di atas kertas, Juventus tidak kesulitan mengalahkan Zagreb. Lupakan status kandang, lawan di laga ini adalah klub paling lemah. Bukan hanya di Grup H, begitu juga di antara seluruh kontestan fase grup Liga Champions musim ini. Zero kemenangan, zero gol, dan kebobolan 13 gol. ''Kami harus tetap menghadapinya (Zagreb) dengan penuh hormat,'' sebut bek Patrice Evra dalam situs resmi klub.

''Rabu malam nanti (waktu setempat) kami harus bermain layaknya kami saat melawan Atalanta kemarin (4/12). Menjejak rumput di kandang sendiri, dengan tujuan memenangi laga untuk pendukung kami,'' lanjut bek kiri berusia 35 tahun itu. Evra termasuk pemain yang harus bekerja keras supaya pada laga nanti tidak ada keajaiban.

Juventus kebobolan, atau bahkan gagal menang dari mantan klub Marko Pjaca itu. Itu karena di laga ini anak asuhan Massimiliano Allegri itu tidak diperkuat beberapa pemain belakangnya. Leonardo Bonucci cedera, begitu juga dengan Dani Alves. Meski sempat bermain back four saat menang 3-1 atas Atalanta lalu, situs Tuttojuve menyebut Allegri tetap bermain dengan tiga bek.

Pilihan pertamanya kemungkinan Evra, Giorgio Chiellini, dan Medhi Benatia. Sedangkan Alex Sandro digeser lebih sebagai wing back bersama dengan Juan Cuadrado. Yang membedakan, Cuadrado yang lemah dalam kontribusi bertahan tidak akan sampai ke belakang untuk meng-cover pertahanan di saat mendapat tekanan dari Josip Pivaric dkk.

''Jangan sampai salah langkah. Sedikit saja salah, maka itu akan beresiko kebobolan,'' tuturnya. Seperti diketahui, pertahanan Juventus terbaik ketiga di fase grup Liga Champions ini. Dua kali bobol hanya kalah dari Leicester City dan Atletico Madrid yang sama-sama baru sekali kebobolan. Terutama jika yang dihadapinya hanya klub paling minim kreativitas ketiga.

Ya, statistik mencatat skuad besutan Ivaylo Petev itu terendah percobaan tembakan ke gawang lawan. Rata-rata hanya 6,6 shots per game yang mereka buat. Sama seperti yang dicatatkan Ludogorets Razgard, dan lebih baik dari FC Rostov (5,4 shots per laga). Dengan seperti itu, ambisi Juventus untuk lolos fase grup sebagai juara grup pun terbuka lebar.

Maklum, Juventus sudah lama kehilangan tradisi selalu lolos fase grup Liga Champions dengan status juara grup. Tiga musim terakhir, Juventus tidak pernah jadi juara grup. Dua edisi terakhir bahkan jadi runner up grup. Tiga edisi tidak lolos fase grup sebagai juara grup itu jadi penantian terpanjangnya setelah sebelumnya selalu mendominasi juara grup Liga Champions.

Terlepas dari persoalan di pertahanan, pulihnya Paulo Dybala bisa jadi solusi menghemat tenaga pemain depannya. Tidak lagi selalu memainkan Gonzalo Higuain dengan Mario Mandzukic. ''Saat laga melawan Atalanta kemarin sulit untuk langsung memainkannya (Dybala). Dia akan comeback bermain lagi Rabu ini,'' sebut Allegri dilansir Bein Sports.

Bagaimana dengan Plavi – julukan Zagreb? Sekedar catatan, donasi 13 gol yang menembus jala gawang Dominik Livakovic sekitar 54 persen di antaranya terjadi saat laga tandang. Tujuh laga tandang gawang Zagreb kebobolan tujuh gol. Artinya, per laga mereka bisa kebobolan 3,5 gol. Akankah tren itu berlanjut di Juventus Stadium?

Dilansir Goal, Petev menyebut anak asuhnya bakal bermain nothing to lose. Kalah menang bagi klub berusia 71 tahun itu sama saja artinya. Mereka tetap tidak lolos ke 16 Besar ataupun berlaga dalam Europa League. ''Kalau sudah seperti ini, yang ada dalam benak kami hanya bagaimana caranya supaya bisa mengalahkan Juventus,'' sebut Petev.

Kalau kebobolan besar lagi bagaimana? Petev tidak begitu khawatir dengan ancaman itu datang kembali ke timnya. ''Saya sama sekali tidak khawatir akan terjadi pembantaian kepada tim kami. Itu karena kami tahu siapa mereka, siapa Juventus,'' tegasnya. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-champions 

Berita Terkait

Morata Bisa Ikuti Idolanya

Liga Champions

Penggoda Hati Sarri

Liga Champions

Jamu Roma, Madrid Tunggu Teka-teki Lopetegui

Liga Champions

Inter Milan Coret Tiga Pemain untuk Liga Champions

Liga Champions

IKLAN