Taksi Online Butuh Regulasi

 

INDOPOS.CO.ID-Beroperasinya taksi online membuat pengusaha dan pengemudi taksi argo di Balikpapan, Kalimantan Timur  was-was. Mereka pun mendesak pemkot membuat regulasi untuk mengatur aktivitas taksi online.

Baca Juga :

Uber dan Grab Diminta Penuhi Persyaratan

Ketua Forum Komunikasi Angkutan Kota Balikpapan (Forkopab), Burhanuddin Noor mengatakan, regulasi sangat penting. Jika tidak ada aturan, maka akan menghasilkan persaingan tidak sehat yang berbuntut pada turunnya penghasilan pengemudi taksi argo. "Kalau biasanya dapat Rp 500 ribu – Rp 600 ribu per hari, sekarang turun 45 persen. Jadinya banyak taksi argo yang tidak beroperasi," katanya.

Sebenarnya, sambung dia, taksi online bisa menjadi rekan bagi taksi argo. Asalkan, berbadan hukum, mengikuti aturan, berpelat kuning, dan memasang tarif minimal rata dengan taksi argo. "Taksi online pasang harga murah. Karena tidak punya kewajiban membayar pajak," ujarnya.

Baca Juga :

Wow, Bandara Soetta-Margonda Rp 492 Ribu

Menurutnya, keselamatan penumpang taksi online juga tidak dijamin. Karena, membawa penumpang tanpa disertai asuransi. "Kalau pelat kuning ada asuransinya. Kalau terjadi apa-apa penumpang ditanggung," sebutnya. Jika pemkot tidak tegas, ucap dia, Forkopab akan melakukan aksi. "Dijanjikan Senin (12/12) ada RDP (rapat dengar pendapat). Bersama Komisi III, Dishub dan polisi. Kami perlu regulasi secepatnya," harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Andi Arif Agung setuju perlunya dibuat regulasi. Agar bisa menjadi acuan perwali (peraturan wali kota). "Kami sudah konsultasi ke pusat di Jakarta. Belajar bagaimana mengatasi taksi online ini. Kalau di sana taksi online sistemnya sewa. Bekerja sama dengan koperasi taksi. Tapi, kalau di sini sepertinya tidak mungkin dilakukan. Karena jumlah taksi online tidak sebanyak di Jakarta," bebernya.

Karena itu dia menyarankan, agar bisa dilakukan uji petik untuk menghitung jumlah taksi online yang beredar di Balikpapan. Di sisi lain, dia meminta pengusaha taksi argo agar mengevaluasi pelayanannya.

"Dievaluasi lalu diperbaiki kekurangannya sehingga penumpang merasa aman dan nyaman pakai taksi argo. Perlu juga menambah inovasi menciptakan aplikasi digital. Mengikuti perkembangan zaman dan mempermudah penumpang lewat sistem digital," terangnya. (*/ane/riz/k15/JPG)

Komentar telah ditutup.