Minggu, 23 September 2018 11:26 WIB
pmk

Megapolitan

Cuaca Ekstrem Ancam Bandara Soekarno-Hatta

Redaktur:

GANGGU PENERBANGAN: Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta belum berdampak akibat cuaca ekstrem. FOTO: Ukon Furkon/indopos

INDOPOS.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II memperingati PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mewaspadai cuaca buruk. Pasalnya, angin kencang disertai hujan deras dan petir akan terus melanda wilayah Tangerang Raya. Ancaman cuaca itu berpotensi menyebabkan kecelakaan pesawat terbang.

Kabid Pelayanan Publik, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah II Banten, Agus Wigiastono  mengatakan peringatan itu diberikan karena intensitas hujan lebat disertai angin kencang dan petir bukan hanya melanda wilayah sekitar bandara internasional itu tapi juga seluruh wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya.

Bahkan intensitas cuaca ini akan terus terjadi dalam waktu dua pekan mendatang. ”Cuaca ekstrem akan menggangu penerbangan. Jarak pandang pun sangat minim dan juga dapat menggangu pesawat dan sinyal komunikasi jasa penerbangan,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (6/12).     

Dijelaskan, Agus, cuaca ekstrem ini akan melanda wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang sampai Kota Tangerang Selatan dan Jakarta Barat. Kawasan yang paling banyak dilanda cuaca ekstrem adalah Kota Tangerang yang terdapat Bandar Soekarno-Hatta. Menurutnya, potensi serangan petir dan hujan deras itu disebabkan lantaran Kota Tangerang memiliki medan magnet yang cukup besar.  

Ditambah banyaknya tiang pemancar sinyar di pusat jasa penerbangan itu membuat sambaran petir akan meningkat satu kali lipat dari biasanya. ”Jika dipaksakan akan membuat kasus kecelakaan pesawat terjadi. Ya disini medan magnetnya sangat tinggi, sehingga aliran listrik dari petir akan cepat menyambar. Jadi sejak sekarang harus diperhatikan dengan seksama,” paparnya.

       Selain itu juga, sambung Agus, hujan deras yang melanda bandara itu pun akan menyebabkan landasan licin bagi pesawat yang akan lepas landas ataupun mendarat. ”Kalau tidak diantisipasi maka akan berbahaya bagi pilot dan awak pesawat. Memang perlu ditingkatkan kewaspadaan,” cetusnya.

       Agus mencontohkan, hujan deras disertai angin kencang Sabtu siang (3/12) lalu yang melanda kawasan Bandara Soekarno-Hatta membuat beberapa reklame raksasa dan sebagian besar pohon tumbang. Imbasnya, arus lalu lintas di sana mengalami kemacetan selama beberapa jam.

       Dikonfirmasi, Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan jajarannya telah melakukan antisipasi cuaca ekstrem yang bakal melanda. Salah satunya, berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui jadwal hujan, petir dan angin kencang tersebut akan turun.

       Mereka juga pun akan menunda sejumlah penerbangan jika memang cuaca sangat membahayakan. Karena itu pihaknya pun akan meminta maaf terhadap masyarakat jika memang adanya penundaan keberangkatan atau delay akibat masalah cuaca.

       ”Kami juga tidak mau gegabah dengan masalah ini. Jika memang harus ditunda penerbangannya kami akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan penerbangan komersi di sini. Alat pengering landasan sudah kami persiapkan,” tuturnya.

       Awaluddin pun menambahkan, pihaknya akan mengoptinalkan pelayanan penerbangan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma untuk melayani rute penerbangan domestic untuk menghindari cuaca ekstrem. Hal itu karena selama ini penerbangan domestik paling banyak digunakan di Bandara Soekarno-Hatta. (cok)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bandara-soetta # 

Berita Terkait

IKLAN