Rabu, 26 September 2018 04:23 WIB
pmk

Megapolitan

Ribuan TKK Kota Bekasi Ancam Demo

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Ribuan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang bertugas di Pemerintahan Kota Bekasi mengancam akan menggelar demo besar-besaran bila pihak legislatif tidak mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 tepat waktu. Lantaran mereka tak mau honor tertunda berbulan-bulan dampak pengesahan RAPBD 2017 berlarut-larut.

       Untuk diketahui, honor atau gaji para TKK yang tersebar di berbagai dinas di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memang berasal dari APBD setempat. Jadi, jika pengesahan RAPBD 2017 tertunda, maka otomatis honor yang tiap bulan diterima ribuan pekerja TKK itu bakal tertunda hingga APBD disahkan.      

       ”Kami akan turun ke jalan bila APBD 2017 kembali terlambat disahkan. Karena siapa yang akan bayar honor TKK kalau sampai pengesahan APBD terlambat terus? Karena gaji para TKK itu berasal dari APBD,” kata Direktur NGO Kampus, Rahmatullah kepada INDOPOS, kemarin (6/12). 

        Dia menambahkan, bukan hanya honor TKK berasal dari APBD tapi juga honor tukang sapu jalan atau tukang bersih-bersih yang biasa disebut pesapon. ”Biasanya bila ada konflik antara legislatif dan eksekutif selalu mengorbankan pengesahan RAPBD. Dampaknya hak kami yang dikorbankan,” katanya juga.  

 

       Bukan itu saja, Rahmat juga meminta pemerintah daerah memperhatikan pengangkatan TKK menjadi PNS atau yang sekarang disebut Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, banyak pekerja kontrak yang sudah puluhan tahun bekerja, tapi tidak mendapatkan tempat di lingkungan Pemkot Bekasi.

                Untuk diketahui, pada Agustus-September 2016 lalu, honor 2000 TKK mengalami keterlambatan. Itu terjadi lantaran DPRD Kota Bekasi terlambat mengesahkan APBD Perubahan 2016. Berdasarkan data yang diterima INDOPOS, honor TKK rata-rata setiap bulan Rp 2 juta.

                Sementara itu, Senin malam (5/12), Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) APBD 2017 sudah disahkan. Nilainya, sekitar Rp 5,2 triliun. Tapi nampaknya, jalan pengesahan RAPBD 2017 bakal sulit. Sebab, Fraksi PDIP Perjuangan yang merupakan fraksi terbesar di DPRD Kota Bekasi tak akan ikut paripurna RAPBD 2017 tersebut.

       Lantaran, sejumlah usulan fraksi partai berlambang banteng itu tak digubris Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bekasi. ”Iyah  Fraksi kami memang tidak ikut serta membahas KUA PPAS RAPBD 2017. Alasannya tidak ada usulan yang kami ajukan diterima saat rapat Badan Musyawarah,” terang Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Anim Imanudin kepada INDOPOS.

 

       Anim mengaku, pihaknya bukan walk out dalam paripurna KUA PPAS dengan legislatif, melainkan tidak ikut serta. Ketika ditanyakan apakah akan terus menolak pembahasan RAPBD 2017? Anim menjelaskan, belum mengetahuinya. ”Kita mengikuti perkembangan saja nanti,” paparnya juga.

Tapi, kata Anim lagi, dalam perjalanannya nanti bila usulan fraksinya tidak juga digubris oleh Badan Musyawarah maka pihaknya berprinsip tidak akan mengikuti paripurna guna mengesahkan RAPBD 2017 menjadi APBD.

                Terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan nilai APBD 2017 yang ditaksir mencapai Rp 5,2 triliun meningkat ketimbang APBD 2016 lalu yang hanya Rp 4,6 triliun. Angka tersebut memiliki komposisi alokasi belanja langsung Rp 3,338 triliun atau 62,71 persen.

Sedangkan belanja tidak langsung mencapai Rp 1,991 triliun atau 37,28 persen. ”Pendapatan daerah tahun 2017 direncanakan mencapai Rp 4,515 triliun,” kata Rahmat kemarin (6/12). Rinciannya, jumlah penerimaan pendapatan berasal dari sumber dana perimbangan yang mencapai Rp 1,777 triliun atau 39,32 persen.

Lalu pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,970 triliun atau 43,67 persen, dan penerimaan pendapatan dari sumber lain yang sah sebesar Rp 767 miliar atau 17,01 persen. ”Kami sudah merumuskan isu-isu strategis pembangunan yang menjadi fokus pada tahun 2017,” ucapnya juga. (dny)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #aksi-demo # 

Berita Terkait

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

SPXL Tolak PHK Paksa

Nasional

IKLAN