Sabtu, 17 November 2018 10:36 WIB
pmk

Megapolitan

Tersesat di Pangrango, Mahasiswa Binus Tewas

Redaktur:

PENDAKIAN BERUJUNG MAUT: Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, Tagana dan petugas Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango mengevakuasi jenazah Edward, 20 mahasiswa Universitas Binus yang tewas saat pendakian akibat hipotermia di kawasan Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kemarin (6/12). FOTO: Putra/Metropolitan/JPG

INDOPOS.CO.ID -  Tim rescue dan SAR gabungan berhasil mengevakuasi 14 mahasiswa yang tersesat akibat menerobos jalur ilegal di Gunung Pangranggo. Kini 16 mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) itu dikumpulkan di Pos Gunung Mas untuk beristirahat guna didata sebelum dipulangkan  ke Jakarta.

       ”Kita sedang data para pendaki dari Binus. Unsur Muspika, Tagana, Rapi dan Orari tengah melakukan evakuasi korban tewas,” ujar Dilah Kholik Ketua RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kecamatan Megamendung, Selasa (6/12) pukul 15:10 WIB. Dia juga mengatakan evakuasi Selasa pukul 04.00 WIB.

       Setelah medan yang cukup sulit ditambah hujan, sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Tuberkulosa Paru (RSPG) Cisarua. Menurutnya, para mahasiswa nekad menerobos jalur. Padahal Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango menjelang penutupan hingga Maret 2017 mendatang.

       ”Jalur itu ilegal, medan yang dilalui ekstrem dan berbahaya. Jalur resmi itu ada tiga Cibodas, Putri, dan Salabintana,” terang Jajang salah satu pengurus SAR Cibodas. Kata Jajang juga, kejadian serupa pernah terjadi pada 2004 lalu. Sejumlah mahasiswa asal Kota Depok nekat membuat jalur di Taman Safari hingga tersesat.

       Informasi yang dihimpun koran ini, rombongan sendiri berjumlah 17 orang yang merupakan mahasiswa Universitas Binus, Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan salah satu mahasiswa, tujuan ke Gunung Pangrango melakukan Ospek Mahasiswa Baru Pecinta Alam. Menurut petugas, mereka melakukan pendakian Senin pagi (5/12) melalui Desa Cibeurem, Kecamatan Cisarua.

Padahal jalur itu sudah lama ditutup atau dilarang aktifitas pendakian. ”Kalau ketahuan anak Mapala itu akan dikenakan sangsi karena terobos jalur ilegal. Kalau ada kegiatan berbau nama pencita alam itu akan di-blacklist,” jelas Jajang juga. Adapun korban meninggal dunia bernama Edward, umur 19 tahun, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jasad korban menunggu dijemput keluarga.  

       Sementara itu, 16 mahasiswa lainnya saat ini sudah berada di Pos PTPN VIII Gunung Mas Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua dalam kondisi baik. Mereka sedang beristirahat sebelum didata dan dipulangkan ke Jakarta. (rp1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa # 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN