Jumat, 21 September 2018 09:53 WIB
pmk

Megapolitan

Longsor Lagi, Enam Penambang Tertimbun

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Hujan deras yang menguyur Kabupaten Lebak kembali menyebabkan longsor  di wilayah selatan daerah paling ujung Provinsi Banten tersebut. Kali ini, longsor terjadi di Hutan Blok Cikopo, Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, Selasa (6/12) pukul 16.00 WIB.

       Akibatnya peristiwa itu, 11 penambang emas atau gurandil yang tengah menambang di kawasan itu tertimbun material longsor. Hingga berita ini diturunkan, enam orang dipastikan meninggal dunia. Sementara tiga orang mengalami luka berat dan dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

       Menurut informasi yang dihimpun INDOPOS, belakangan ini di kawasan hutan tersebut memang marak penambangan emas dan penebangan pohon secara liar yang berdampak hutan menjadi gundul. Pada saat kejadian, hujan cukup lebat mengguyur wilayah tersebut.

Sebelas gurandil tengah menambang di bawah bukit hutan, tanpa disadari tiba-tiba lubang yang tengah digali tertutup akibat longsor. Namun, longsor tak berhenti disitu. Longsor yang lebih besar kembali terjadi hingga 11 gurandil yang merupakan warga setempat itu terhanyut diantara material longsor.

       Masyarakat dan aparat desa setempat melakukan evakuasi. Hingga akhirnya kesebelas gurandil tersebut ditemukan. Namun, enam diantaranya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Data yang dihimpun koran ini dari BPBD Kabupaten Lebak terdapat enam korban jiwa dalam peristiwa itu. Sejumlah korban lainnya yang berhasil diselamatkan mengalami luka serius.

Adapun nama-nama korban tewas adalah Juandi bin Arcana, 45; Endi bin Enjus, 27; Adta bin Sukarta, 50; Endar  bin Jamsuki, 30; Uhen bin Jamsuki, 30, kelimanya warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya dan Idik,  35 warga Kampung Gunung Bongkok, Desa Gunung Wangun.

 Adapun korban luka berat masing-masing bernama Nendi bin Jamata, 35, warga Kampung Sukamaju, Desa Situmulya; Maya Bin Ukay, 30 warga Kampung Ciater, Desa Situmulya; Elen Bin Uhendi, 30, warga Kampung Cisitu, Desa Kujangsari. Sedangkan dua orang selamat masing-masing bernama Uhandi Bin Senur warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya dan Lepi Bin Aban warga Kampung Lebak Larang, Desa Mekarsari.

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif            Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan pihaknya sudah meninjau lokasi longsor. Dia juga mengaku longsor akibat cuaca ekstrem yang bakal terjadi hingga pertengahan Desember mendatang.

       ”Saya mengimbau agar masyarakat waspada, karena saat ini hingga dua pekan mendatang cuaca sangat buruk. Hujan disertai angin. Terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah pegunungan, kalau sekiranya ada tanda-tanda longsor segera menyelamatkan diri,” paparnya.

       Sehari sebelumnya, longsor menghantam rumah H Muktar yang berlokasi di Kampung Cikatomas, Kecamatan Cilongrang. Akibat peristiwa itu, dua orang tewas dan dua orang lainnya terluka. Muktar tewas bersama anaknya gadisnya, Rika, 15.

       Sedangkan sang istri, Mintarsih dan anak pertamanya Ali, 20, selamat meski terluka. Akibat longsor itu, rumah keluarga itu hancur. Begitu juga dua mobil dan dua motor rusak parah dalam peristiwa yang terjadi Senin (5/12) sekitar pukul 06.20 WIB. (yas)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor # 

Berita Terkait

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam

Nusantara

Hujan Lebat, Rumah Dipinggir Kali Ragunan Longsor

Jakarta Raya

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Longsor di Kali Bali Matraman, Satu Penghuni Rumah Tewas

Jakarta Raya

Dilanda Longsor, 12 Rumah di Kuningan Rusak

Nusantara

IKLAN