Rabu, 26 September 2018 10:19 WIB
pmk

Megapolitan

Keluarga Masih Berharap Mukjizat

Redaktur:

ANAK BERBAKTI: Rizal, salah satu korban pesawat M-28 Sky Truck saat lulus secaba.FOTO: Yasril Chaniago/indopos

INDOPOS.CO.ID - Suasana duka menyelimuti kediaman Bripda Rizal, salah seorang dari korban pesawat M-28 Sky Truck dengan nomor regristrasi B-4201 milik Polda Kepulauan Riau di perairan Kabupaten Lingga, sisi selatan Provinsi Kepri, Sabtu (3/12) yang akan melaksanakan change crew (rotasi pergantian awak) ke Batam.

        Co pilot muda asal Kampung Beyeh RT/RW 11/04 Desa Rahong Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, merupakan putra sulung dari salah seorang anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak Pelda Dedi Mulyadi.

”Kabar kecelakaan yang dialami pesawat M-28 Sky Truck yang jatuh dalam perjalanan ke Batam, dimana salah satu manifest nya adalah anak kami. Mendengar kabar tersebut, kami langsung berangkat ke Jakarta untuk memastikan keberadaannya,” ujar, Pelda Dedi ayah dari Briptu Rizal yang diduga menjadi salah satu korban.

Dituturkan,  sekecil apapun kemungkinan atas keceakaan itu, pihak keluarga masih berharap anaknya  ditemukan dalam keadaan selamat. ”Namun apapun keadaanya, kami pasrah dan menyerahkannya kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Dedi, keberangkatan Rizal ke Batam dalam rangka melaksanakan tugas untuk pergantian tugas personel. ”Kemarin saya sudah dilakukan pengambilan sampel darah guna kepentingan identifikasi,” cetusnya.

Dijelaskannya juga, pihaknya sudah dikonfirmsi oleh pihak terkait ketika kemungkinan terburuk dialami anaknya pada insiden tersebut. Ia diberikan dua opsi jika putranya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

’Sebagai ayah tentunya saya berharap anak saya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Namun jika Allah berkehendak lain, saya mengharapkan jenazahnya bisa dibawa pulang  ke Kampung Beyeh, Desa Rahong, Malingping, biar kami sebagai keluarga melihat anak kami untuk terakhir kali,”  ujarnya berlinang air mata,Selasa (6/12).

Rizal menurutnya, merupakan anak yang baik dan berpendirian tidak suka mengeluh. Hal ini dibuktikan putra sulungnya ketika mengikuti seleksi masuk anggota polri melalui jalur Secaba (Sekolah Calon Bintara).

”Ketika lolos seleksi Secaba, Rizal tengah kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang. Kami diberitahu dia lolos seleksi Secaba langsung berhenti kuliah. Agar orangtuanya tidak berat membiayai kuliah,” kenangnya dengan nada lirih.

Yang lebih membuatnya sedih, dalam perjalanan ke Batam saat landing di Bangka Belitung, Rizal masih sempat menghubungi ibunya melalui layanan pesan singkat (SMS) meminta no rekening untuk mengirim uang. ”Sebagian dari gajinya sering diberikan untuk adiknya dan ibunya,” pungkasnya. (yas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor 

Berita Terkait

185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam

Nusantara

Hujan Lebat, Rumah Dipinggir Kali Ragunan Longsor

Jakarta Raya

Longsor di Kali Bali Matraman, Satu Penghuni Rumah Tewas

Jakarta Raya

Dilanda Longsor, 12 Rumah di Kuningan Rusak

Nusantara

Bencana Longsor Mengintai Ibu Kota

Jakarta Raya

IKLAN