Selasa, 20 November 2018 07:39 WIB
pmk

Hukum

Mantan Wartawan Dicokok Polisi di LP

Redaktur:

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sial benar nasib mantan wartawan yang satu ini, di saat dirinya sedang menjalani hukuman 8 tahun penjara dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu di LP Pemuda Kelas II A Tangerang, kini harus menghadapi kasus baru. Tak tanggung-tanggung, kali ini pria berusia 44 tahun berinisial MRN itu dijerat UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

MRN yang biasa disapa NAS ini ditangkap tim reserse Subdit Cyber Crime langsung dari dalam sel penjaranya di LP Pemuda Tangerang pada Senin malam (5/12) lalu. Penangkapan dilakukan setelah  polisi menggelar penyelidikan terkait ujaran kebencian (hate speech) yang dituliskannya di akun facebook.com miliknya.

Bukan hanya itu MRN juga meng-upload alias memposting foto-foto Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang disandingkannya dengan Ketua Central Comite Partai Komunis Indonesia DN Aidit.

Selain itu, MRN juga mengupload foto Presiden Joko Widodo yang disandingkannya dengan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Safi’I Ma’arif dengan tambahan kata-kata yang bersifat mengejek.        

Direktur Reskrimsus Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, MRN sudah menjalani hukuman dalam kasus narkoba sejak 2013 lalu, dan masih 5 tahun lagi atau tahun 2021 baru bisa bebas dari penjara. Namun saat ini MRN kembali menjalani penyidikan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran UU ITE karena aktivitas yang bersangkutan di akun facebook-nya itu.

Wahyu mengungkapkan, kasus dengan tersangka MRN ini masuk dalam Laporan Polisi (LP) tipe A, yang artinya polisi sendiri yang berinisiatif membuat laporan polisinya, lantas menggelar penyelidikan selama 1 pekan, baru dilanjutkan dengan penangkapan pada Senin (5/12).

”Jadi kami membuat LP-nya ini pada hari Senin (28/11). Kami juga sudah mengklarifkasinya langsung kepada Pak Kapolri. Dan memang tidak ada kaitan beliau sama sekali dengan organisasi etrlarang dan DN Aidit. Dan kita tahu beliau (Kapolri)  selama berkarir tentunya sudah melalui screening berkali-kali, sehingga tidak ada kaitannya dengan DN Aidit atau organisasi terlarang. Jadi apa yang dilakukan tersangka tidak benar. Nah, ini yang dapat menimbulkan persepsi yang kurang baik di tengah masyarakat,” terang Wahyu, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/12). 

Ia menambahkan, postingan foto yang dilakukan MRN dapat menimbulkan ketidakpercayaan di tengah masyarakat dengan menyamakan Polri dengan PKI lantaran foto Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian disandingkan dengan DN Aidit yang keduanya di dalam foto itu sama-sama sedang tertawa cerah, dengan tujuan seakan-akan ada kemiripan dan kesamaan wajah dalam foto close-up itu antara Tito Karnavian dan DN Aidit.  

”Jadi konten (isi) postingan tersangka ini dapat menimbulkan kebencian, bersifat provokatif, dan bersifat mencemarkan nama baik. Ia memposting kata-kata dan foto itu dari ponselnya sendiri saat di dalam sel-nya. Sebelum menangkap MRN kami juga sebelumnya berkoordinasi dengan pihak Lapas Pemuda Tanggerang,” papar Wahyu.  

Terkait ujaran kebencian yang dilakukan MRN melalui media sosial miliknya itu, sudah dilakukan tersangka sepanjang bulan November lalu. Khususnya sejak bergulirnya kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terkait kepemilikan ponsel di dalam LP Pemuda Tangerang sehingga MRN bisa ‘bermain’ facebook, menurut Wahyu, hal tersebut bisa ditanyakan kepada pihak Lapas. Sebab kepolisian hanya menjalankan penindakan hukum.

Wahyu menegaskan, pihaknya menjerat tersangka MRN dengan Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Sementara itu, MRN mengakui perbuatannya itu. Ia juga mengaku sengaja melakukan hal itu lantaran tidak suka dengan pemerintahan Jokowi-JK. Saat ini polisi masih terus meneliti berbagai barang bukti yang disita saat menangkap MRN, di antaranya satu ponsel Samsung Duos, satu memory card merek V-gen 8 gigabite, dua sim card, satu bundel screen capture postingan dalam akun facebook  MRN, serta satu akun facebook atas nama Muhammad Rahim Nasution lengkap dengan password dan akun yahoo.com yang bersangkutan.

MRN pernah menjadi wartawan di Harian Jakarta yang berkantor di kawasan SCBD Sudirman Jakarta Selatan. MRN juga cukup dikenal di kalangan wartawan senior di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Namun pada 2013, dia diringkus saat sedang menerima kiriman sabu-sabu di Bandara Soekarno Hatta. Dalam proses hukumnya, majelis hakim mengganjar dia dengan hukuman 8 tahun penjara. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

Dugaan Aksi Koboi Petugas Transjakarta Dikecam

Jakarta Raya

Mayat Bugil Dalam Tong Gegerkan Warga Bogor

Megapolitan

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

Motif Kesal Dihina, Linggis Masih Dicari

Headline

Waspada, Penculikan Modus Hipnotis Anak Marak

Megapolitan

IKLAN