Jumat, 16 November 2018 11:34 WIB
pmk

Total Sport

Lorenzo Diyakini Bisa Langsung Raih Kemenangan

Balapan Qatar Seri Ramah
Redaktur:

Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo.

INDOPOS.CO.ID - Ducati memiliki ekspektasi tinggi terhadap Jorge Lorenzo. Pebalap Spanyol itu diyakini bisa langsung meraih kemenangan di seri pertama MotoGP 2017. Memang tidak dipungkiri bahwa balapan di Losail, Qatar merupakan seri yang ramah untuk Ducati. Casey Stoner pernah memenanginya selama tiga tahun beruntun pada 2007 hingga 2009.

Sedangkan dalam dua tahun terakhir, tim pabrikan Italia itu mampu tampil kompetitif. Di 2015, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone mampu naik podium kedua dan ketiga. Sementara di tahun ini, Dovizioso kembali finis runner-up namun Iannone terpaksa retired setelah memimpin di sebagian besar balapan. Lorenzo sendiri pernah tiga kali memenangi balap malam itu pada 2012, 2013, dan 2016. Direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti tak ragu dengan kans Lorenzo di seri pembuka musim tersebut.

"Saya bilang, kenapa tidak? Kami sempat nyaris menang. Baik di 2015 maupun di 2016, finis kedua dengan Dovizioso. Jorge juga punya rekor bagus di sana. Jadi kami berharap bisa menjaga level daya saing yang sama. Sudah jelas, Losail adalah trek yang cukup menguntungkan kami tapi begitu juga Honda, Yamaha, dan Suzuki tidak akan tinggal diam. Jadi untuk sukses kami harus bekerja keras sampai akhir," sambung Ciabatti dalam wawancaranya dengan Motorsport.com saat ditanya apakah Lorenzo bisa memulai musim dengan kemenangan.

Ciabatti mengatakan, namun memulai musim di sebuah lintasan, yang pada dasarnya, menguntungkan untuk karakteristik motor tim mereka, tentunya adalah sebuah faktor yang positif. Kedatangan Maverick Vinales dinilai tak akan menghadirkan perbedaan besar untuk Valentino Rossi. Sebab Vinales dinilai sama kuatnya dengan Jorge Lorenzo.

Sepeninggal Lorenzo ke Ducati, Yamaha merekrut Vinales dari Suzuki untuk menjadi tandem Rossi. Di musim lalu. Vinales mencuri perhatian dengan empat kali naik podium, satu di antaranya dengan memenangi MotoGP Inggris.

Pada akhirnya, Vinales finis di posisi empat klasemen pebalap dengan 202 poin. Dia berada tepat di bawah Lorenzo dan hanya terpaut 31 poin dari juara dunia 2015 itu. Dalam debutnya bersama Yamaha di tes Valencia bulan November lalu, Vinales juga langsung unjuk gigi. Pebalap 21 tahun asal Spanyol itu selalu jadi yang tercepat di dua sesi tes yang digelar.

Meski jauh lebih muda dan punya pengalaman yang tak sebanyak Lorenzo, Vinales diyakini akan menghadirkan persaingan yang ketat untuk Rossi. “Bagi Valentino, ini bukan perubahan besar. Dia kehilangan pebalap kuat, yaitu Lorenzo, tapi dia akan punya pebalap kuat lainnya, yakni Maverick. Maverick jelas bisa belajar karena dia bisa mengecek data Valentino, dia bisa melihat apa yang terjadi di sisi lain garasi, jadi dia bisa belajar banyak dan juga dia punya target sangat sulit untuk dicapai," ujar manajer tim Suzuki, Davide Brivio, kepada Autosport.

Anda, lanjut Brivio, selalu harus mengalahkan teman setim dulu dan punya rekan setim yang kuat berarti Anda mungkin akan cepat jika melakukannya. “Jadi saya memahami keputusan Maverick untuk hengkang. Dia punya tantangan bagus di hadapannya tapi dia sangat cepat, dia punya talenta, dia pintar. Saya percaya dia akan berhasil," katanya menambahkan.  (dts/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN