Zhang Linhai Bakal Sambangi Jakarta

INDOPOS.CO.ID – Linda Gallery Jakarta bakal menggelar pameran tunggal seniman asal Tiongkok Zhang Linhai di Museum Nasional Jakarta, 11-18 Desember mendatang. Pameran di Jakarta bertajuk ”The Leftover Banquet” itu sekaligus menutup rangkaian tur pameran tunggal Zhang Linhai sebelumnya, di Beijing dan Singapura. 

Penyelenggara acara, Linda Ma membenarkan, bahwa sejak awal dirinya sudah menjadwalkan pameran sang seniman di Jakarta. ”Karena saya melihat antusiasme dari pecinta seni di Beijing dan Singapura sangat besar. Saya rasa, publik Jakarta juga harus berkesempatan untuk melihat karya apik Zhang Linhai,” ucap wanita pemilik Linda Gallery itu di Jakarta, kemarin.

Baca Juga :

Pamerkan Gaun Menikah Cucu Ratu Elizabeth

Linda mengaku kagum dengan sang seniman sejak pertama kali melihat karyanya. Meski awalnya tidak memahami apa yang ingin disampaikan Zhang Linhai lewat goresan kuasnya, tapi dia bisa merasakan emosi yang dalam dari sang pelukis.

”Zhang Linhai memiliki masa kecil yang tidak bahagia. Selain yatim piatu, dia juga memiliki penyakit yang membawa kecacatan,” jelasnya tentang sang seniman.

Baca Juga :

Kreatif dan Inovatif di Pameran Teknologi

Karena itu, sambung Linda, melukis menjadi sarana bagi Zhang Linhai untuk menumpahkan semua kepedihannya, kesusahannya, dan kepahitan hidupnya. ”Itu sebabnya, hampir semua karya yang dia hasilkan memancarkan emosi yang sangat kuat,” papar Linda.

Jika melihat karya "The Leftover Banquet" ada semacam perasaan sedih, kesepian. Tapi di satu sisi, lanjutnya, ada perasaan yang lain, seperti adanya sebuah harapan.

Baca Juga :

Banyak menggunakan warna gelap dalam lukisannya, Zhang Linhai seperti ingin melukis kehidupan masa lalunya yang getir. Setelah hampir 30 tahun, lukisan seniman yang karyanya sudah melanglang buana hingga ke Amerika dan Eropa itu mulai terlihat berubah.

Menurut Linda, sang seniman mengalami berbagai perubahan dalam hidup setelah mulai melukis. ”Dia kembali menemukan ”hidup” dan mulai berani bermimpi setelah melukis secara profesional,” jelasnya tentang seniman lulusan The Tianjin Academy of Fine Art (1990) itu.

Linda menilai, sang seniman ingin menunjukkan bahwa segelap apapun hidup seseorang di masa lalu, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan menemukan harapan. ”Itu sebabnya, saya berharap pecinta seni tanah air, seniman, maupun mahasiswa/i seni tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat sejumlah lukisan langka milik sang seniman,” harapnya.

Apalagi, diakuinya, tidak mudah membawa sang seniman untuk berpameran. Linda berharap seniman tanah air bisa belajar bagaimana membuat sebuah karya yang indah dan penuh passion di dalamnya. (sic)

Komentar telah ditutup.