Kamis, 22 November 2018 06:16 WIB
pmk

Internasional

Pemerintah Dorong Sinergi Demokrasi, Agama dan Toleransi

Redaktur:

Presiden Jokowi

INDOPOS.CO.ID - Tema "Religion, Democracy, and Pluralism" yang diusung oleh Bali Democracy Forum 2016 dinilai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sangat relevan dengan situasi di kawasan dan dunia. Penilaian tersebut disampaikan Jokowi atas dasar keyakinan bahwa agama merupakan karunia Allah bagi alam semesta.

"Kita optimistis bahwa demokrasi membawa kehendak rakyat dan kebaikan bagi umat manusia. Kita sadar bahwa toleransi diperlukan karena kita semua berbeda-beda," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Mangapura Hall The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12).

Jokowi menambahkan, budaya saling menghormati dan toleransi telah menjadi benang yang menyatukan masyarakat dunia yang berbeda-beda sejak kehadiran manusia di bumi. Demokrasi juga sangat penting bagi kehidupan bernegara bagi hubungan antarnegara di dunia.

"Maka, tugas kita di sini adalah memastikan bagaimana demokrasi dapat bekerja dengan baik; mendukung stabilitas dan perdamaian; dan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat. Karena itu, pemerintah perlu secara aktif mendorong sinergi antara demokrasi, agama, dan toleransi," sambung Jokowi.

Upaya-upaya tersebut, ujar Jokowi, hendaknya tercermin dalam semua kebijakan nasional. Pendekatan top-down berupa peran aktif pemerintah menjadi kunci baik melalui tata kelola pemerintahan yang baik, supremasi hukum, dan upaya penguatan demokrasi dari akar rumput.

Mantan Wali Kota Solo itu menilai, Indonesia sangat beruntung karena memiliki sejarah kemajemukan yang sangat panjang. Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan. Terdapat lebih dari 1.300 etnis yang hidup di Indonesia. Masuknya Islam ke Indonesia pada abad ketujuh secara damai, sedikit banyak mengajarkan nilai perdamaian yang terus dipegang oleh Muslim Indonesia yang berjumlah 85 persen dari 252 juta penduduk.

Semua itu, imbuhnya, membuat Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk menjadikan Bali Democracy Forum 2016 sebagai satu forum yang nyaman bagi setiap negara untuk berbagi mengenai pengalaman dalam berdemokrasi; tantangan dalam berdemokrasi; dan mengembangkan kerjasama untuk saling membantu dalam berdemokrasi.

"Bali Democracy Forum bukan forum untuk menunjuk jari, tetapi harus digunakan untuk saling memperkuat satu sama lain. Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan selamat melakukan dialog mengenai demokrasi dan toleransi. Saya yakin akan selalu ada hal baru yang diperoleh dari setiap dialog," tutup Presiden ketujuh Republik Indonesia itu. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demokrasi 

Berita Terkait

Kapitalisasi Demokrasi Rusak Mentalitas

Nasional

Demokrasi Sebagai Sarang Perjudian

Netizen

IKLAN