Senin, 19 November 2018 04:08 WIB
pmk

Megapolitan

Instruksi Airin Dicuekin Bawahan

Redaktur:

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany

INDOPOS.CO.ID - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menegur keras jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol). Lantaran para penegak peraturan daerah itu tidak melakukan instruksinya menutup dan menyegel tempat hiburan illegal yakni karaoke Matador di Jalan Golden Boulevard, BSD City, Kecamatan Serpong. 

       Akibatnya tempat hiburan yang tidak memiliki izin dan menjual minuman keras jenis Snow White yang membuat puluhan pengunjung sempat keracunan dan dilarikan ke rumah sakit bebrapa waktu lalu masih tetap beroperasi.

       ”Memangnya belum ditutup sama Satpol PP. Kalau belum dikerjakan saya sendiri yang akan turun untuk menutup tempat hiburan ilegal ini. Saya binggung apa alasan Satpol PP tidak mau menjalankan instruksi menutup tempat hiburan ini,” terangnyas kepada INDOPOS, di Balaikota Tangsel, kemarin (7/12).   

       Airin  juga mengatakan, dirinya pasti akan menegur Kasatpol PP. ”Karena warga sudah resah di sana,” cetusnya juga. Menurutnya lagi, seharusnya Satpol PP menutup tempat hiburan Karaoke Matador sesuai instruksinya kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) itu sudah jelas.

       Yakni, pengelola karaoke tersebut tidak memiliki izin usaha dari Pemkot Tangsel serta terbukti menyediakan minuman keras yang membuat 12 pelanggannya keracunan dan dirawat di rumah sakit. ”Setelah ada informasi tidak ada izin saya sudah perintahkan untuk ditutup. Kedua kali setelah adanya kasus pelanggan yang keracunan, tetapi ini juga tidak digubris. Kami sendiri jadi tanda tanya kenapa dengan Satpol PP Tangsel ini,” ucap juga orang nomor satu di Kota Tangsel tersebut.

       Karena Satpol PP tidak melakukan penutupan itu, sambung Airin memerintahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)  menutup tempat hiburan nakal tersebut. Selain itu juga, PPNS ini pun diminta untuk menyelidiki keterlibatan oknum Satpol PP yang ikut membekingi pengoperasian karaoke Matador tersebut.

       Hal itu untuk menjadi dasar pihaknya memberikan sanksi kepada oknum yang nakal dan menyalahi aturan kerja. ”Jika masih dapat dibina kami akan bina, tetapi jika sudah kelewatan pasti akan dipecat secara tidak hormat. Sudah ada PPNS yang kami turunkan ke lokasi untuk mengecek kebenaran sudah ada atau belum penyegelan karaoke ini,” cetusnya juga.

       Airin juga mengaku pihaknya harus punya bukti untuk memberikan sanksi kepada pegawai yang nakal.

Airin pun mengaku kecewa atas kinerja Satpol PP yang tidak menutup tempat karaoke Matador yang ada di Kecamatan Serpong ini. Padahal, sebelumnya setiap kali ada pelanggaran perda instansinya itu selalu tanggap dan cepat bertindak melakukan penertiban dan pembongkaran.  

       Karean itu, Airin akan memanggil Kasatpol PP Tangsel untuk meminta penjelasan tidak dikerjakannya penutupan tempat hiburan yang nakal di wilayahnya ini.

Dari pantauan INDOPOS, di lokasi karaoke Matador terlihat ruko berlantai dua itu masih terus beroperasi pada malam hari.

       Beberapa jejak sepatu pengunjung dan serakan botol minuman ringan terdapat di depan ruko tempat hiburan tersebut. Beberapa pegawai tempat hiburan nakal yang mulai berdatangan pun menghindar dan tidak berani masuk ke ruko itu saat mengetahui awak media ini datang untuk mengkonfirmasi itu.

       Di lokasi salah satu warga, Latif Munawar, 34, mengaku jika tempat karaoke yang diajukan warga kepada Pemkot Tangsel untuk ditutup itu masih beroperasi. Bahkan, kegiatan operasional itu terjadi sampai dini hari alias melewati batas waktu yang sudah ditentukan.

       Bahkan, kata dia, sejumlah tokoh masyarakat dan agama setempat sempat meminta pengelola tempat hiburan ini untuk segera menyudahi kegiatan mereka karena mengganggu lingkungan. ”Tadi malam tempat hiburan ini tutup sampai jam 04.00, pak RT tokoh masyarakat sini sudah datang, tetapi tidak mempan juga,” katanya.

Bahkan, ujarnya juga, dua minggu lalu tempat hiburan tidak berizin itu sempat di datangi polisi karena Matador menyediakan minuman berbahaya. ”Kami disini tidak tau apa alasan Pemkot Tangsel belum menutup Matador ini, padahal sudah sering diminta,” tuturnya.

       Sayangnya saat hendak dikonfirmasi, telepon selular Kasatpol PP Kota Tangsel Azhar Syam’un Rachmansyah tidak diangkat. Sejumlah anggota Satpol PP yang ditemui koran ini tidak menjawab keberadaan atasannya untuk dikonfirmasi. (cok)   

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN