Minggu, 18 November 2018 10:04 WIB
pmk

Megapolitan

Tunjangan TKK Kota Bekasi Naik 66 Persen

Redaktur:

KESEJAHTERAAN: Pegawai Kota Bekasi saat mengikuti apel pagi.Foto: Deny Iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID -Tahun depan, tunjangan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal mengalami kenaikan 66 persen. Itu artinya, setiap bulan para TKK akan mendapatkan upah Rp 3,4 juta atau setara upah Minimun Kota (UMK) Bekasi.

       ”Sekarang ini kan hanya Rp 1,5 juta tunjangan untuk TKK. Makanya, bila dinaikan 66 persen maka menjadi Rp 2,4 juta, per bulan,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (7/12). Dia menambahkan, untuk honor sendiri tidak mengalami kenaikan.

       Saat ini, honor TKK untuk berijazah S1 hanya menerima Rp 950 ribu per bulan. Dan untuk yang berijazah D3 Rp 900 ribu per bulan, dan SMA Rp 850 ribu per bulan. ”Kami akan tingkatkan kesehjatreraan TKK di tahun 2017,” jelasnya.

       Hanya saja, dia berharap adanya, tanggung jawab dan peningkatan kinerja aparatur harus lebih baik lagi. Dia mencontohkan, peningkatan kinerja seperti kegiatan Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3). ”K3 ini bukan hanya seremonial belaka, harus dijadikan habitat,” ucapnya. 

       Rahmat mencontohkan, setiap petugas di Unit Pelaksana Teknik (UPT) Daerah Pasar, tidak harus mengejar retribusi sebagai pendapatkan daerah. Melainkan, dia harus mengajak pedagang, dan masyaakat ikut serta menjaga kebersihan pasar itu sendiri. ”Peningkatan kesejahteraan harus dibarengi dengan kinerja aparatur yang tinggi,” ujarnya.

       Di samping itu, Rahmat mengaku, dalam kebijakan ini tak mau main-main. Bahkan, bila diketahui anak buahnya tidak fokus kerja, maka sanksi berupa pemecetan sudah menanti. Sebab, kata dia, aparatur harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. ”Mereka digaji dari pajak yang dibayarkan masyarakat,” ucapnya.

       Sementara itu, seorang pegawai Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Nugroho Kusumo mengaku bersyukur dengan kenaikan tunjangan tersebut. Selama ini, setiap bulan tunjangan daerah yang diberikan senilai Rp 1,8 juta. ”Kalau jadi naik, bisa Rp 3 juta setiap bulan,” tandasnya. (dny)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN