Rabu, 14 November 2018 09:15 WIB
pmk

Megapolitan

Korban Longsor Lebak jadi 11 Orang

Redaktur:

INDOPOS.;CO.ID - Bencana longsor yang melanda tambang emas illegal di Blok Cikopo, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, bertambah menjadi 11 penambang tewas. Sedangkan empat warga lainnya mengalami luka berat.

Menurut Komandan Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Bayah, Kapten (Inf) Asmail saat ini wilayah selatan Kabupaten Lebak memang tengah dilanda bencana baik berupa banjir maupun longsor. Karena itu, seluruh anggota TNI diterjunkan guna membantu melakukan evakuasi.

”Saat ini ada tiga titik bencana longsor yang terjadi. Seperti di Cilograng kami turunkan tim evekuasi sebanyak 10 orang, di Cibeber Citorek kami siapkan lima orang dan di Desa Darmasari kami siapkan lima orang juga,” terangnya kepada INDOPOS, Rabu (7/12).

Menurutnya juga, tambang emas yang terkena longsor di Citorek Timur merupakan tambang emas tak berizin karena lokasinya berada di kawasan hutan lindung atau Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). ”Iya, yang longsor itu tambang emas tradisional bukan milik perusahaan,” ujarnya juga.

Asmail juga menjelaskan, saat ini evakuasi korban terkendala jarak yang jauh, sehingga membuat sejumlah relawan dan masyarakat kesulitan untuk menjangkau para korban. ”Tapi kami bersama instansi terkait berupaya melakukan evakuasi,” ungkapnya juga.

Sementaa itu, khawatir akan diterjang bencana longsor susulan, ratusan warga di Kampung Sawah, Desa Darmasari Kecamatan Bayah, terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Hal ini dilakukan, karena lahan permukiman yang ditempati oleh 28 Kepala Keluarga (KK) itu berada di daerah rawan longsor.

 ”Tindakan itu kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Warga yang tinggal di Kampung Sawah terpaksa kita evakuasi ke tempat yang lebih aman sampai situasi lebih kondusif. Dalam artian, hujan deras dan angin berkurang,” terang Eman Suparman, Camat Bayah.

Berdasarkan data yang dimilikinya, ada 28 kepala keluarga (KK) dan puluhan rumah ada di daerah tersebut. Kata dia, evakuasi dilakukan karena lahan yang ditempati tepat berada di lereng bukit yang sangat rawan terjadi longsor bila dihantam hujan deras dan angin kencang.

 Dia menambahkan, di wilayah yang dia pimpin memang ada beberapa desa yang rawan bencana longsor diantaranya Desa Darmasari, Cisuren, Pasir Gombong dan Cidikit. ”Karena itu kami minta warga yang tinggal di empat desa itu agar waspada bencana longsor,” paparnya.

Sementara Jumar, 40, seorang warga Kampung Sawah mengaku, sudah beberapa hari ini warga yang bermukim di kampung Sawah dilanda ketakutan karena khawatir diterjang longsor. Lantaran daerahnya memang berlokasi di dekat tebing.

Untuk saat ini, ujarnya juga, dirinya dan sejumlah warga terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya lantaran rumah yang dihuni keluarnya memang tidak aman.”Sudah beberapa hari ini, saya dan warga yang lain tidak tidur-tidur karena khawatir terjadinya longsor,” ungkapnya. (yas)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor 

Berita Terkait

Jalur Alternatif Cigombong- Cihideung Nyaris Putus

Megapolitan

185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam

Nusantara

Hujan Lebat, Rumah Dipinggir Kali Ragunan Longsor

Jakarta Raya

Longsor di Kali Bali Matraman, Satu Penghuni Rumah Tewas

Jakarta Raya

Dilanda Longsor, 12 Rumah di Kuningan Rusak

Nusantara

Bencana Longsor Mengintai Ibu Kota

Jakarta Raya

IKLAN