KFC Contoh Baik Peserta BPJS Ketenagakerjaan

INDOPOS.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Slipi menyerahkan santunan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) secara simbolis senilai Rp 118.854.600 kepada manajemen pusat Kentucky Fried Chicken (KFC), Jakarta. Klaim tersebut untuk ahli waris seorang karyawan KFC yang meninggal karena kasus kecelakaan kerja. Penyerahan secara simbolis tersebut berlangsung di resto KFC Gedung Galael, Jalan M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, pada (8/12).

Serah terima simbolis dilakukan oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi Sudirman Simamora kepada General Manager Operation KFC Robert Sam Kurniadi. Turut menyaksikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Endro Sucahyono serta jajaran manajemen KFC pusat.

Baca Juga :

Endro mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa almarhum, Andi Faisal Fachri Ramadhan, karyawan KFC di Merauke, Papua. Pihaknya berkewajiban menyampaikan klaim tersebut. Karena itu sudah menjadi tugas pihaknya sebagai operator sistem jaminan sosial nasional. ”Santunan ini memang tidak bisa menggantikan almarhum. Tapi setidaknya ini adalah perhatian yang terbaik dari perusahaan kepada almarhum dan ahli warisnya,” ungkapnya.

Dana klaim JKK sebenarnya sudah ditransfer kepada ahli waris almarhum, Hatia, melalui rekening BRI. Almarhum yang bekerja selama 3 tahun di KFC, mengalami musibah terjepit lift barang yang akhirnya meninggal. Santunan diberikan kepada ahli waris almarhum terdiri daru klaim JKK yaitu 48 x gaji peserta, santunan berkala, biaya pemakaman, dan saldo Jaminan Hari Tua (JHT). Tidak hanya itu, orang tua almarhum juga berhak mendapatkan manfaat program Jaminan Pensiun (JP) setiap bulan.

Baca Juga :

Endro mengucapkan terimakasih kepada KFC karena terbukti melindungi seluruh tenaga kerjanya dengan program BPJS Ketenagakerjaan. KFC menjadi contoh yang baik bagi perusahaan yang lain. Pada kenyataannya, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan atau mendaftarkan sebagian saja tenagakerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Jika perusahaan tidak melaksanakan kewajiban tersebut, maka pihak perusahaan harus menanggung seluruh hak pekerja sesuai UU. Lain jika perusahaan sudah mendaftar seluruh karyawan dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :

Maka seluruh risiko pekerjaan karyawan menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan. Dicontohkan, jika karyawan mengalami kecelakan kerja, maka pihaknya yang menanggung seluruh biaya rumah sakit. Tidak ada batasan pembiayaan pengobatan sampai peserta sembuh dan bisa kembali bekerja.

”Jika peserta cacat kami akan berikan santunan cacat termasuk kita berikan peralatan bantu, kaki atau tangan tiruan kursi roda dan sebagainya. Termasuk kalau peserta cacat ingin kembali bekerja kami biaya pelatihannya. Pokoknya peserta tidak membayar satu sen pun,” ujar Endro.

Dalam kesempatan tersebut Endro juga menawarkan kerjasama co-marketing atau co-branding sebagai manfaat tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama saling menguntungkan tersebut memang mulai dikembangkan antara pihak BPJS Ketenagakerjaan dengan perusahaan peserta. ”Kami sudah lakukan dengan hotel-hotel, restoran, juga perbankan. Dengan ditunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan peserta bisa mendapatkan diskon,” paparnya.

Dengan co-marketing, binsins perusahaan berpotensi melonjak karena produknya akan ”diserbu” oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berjumlah puluhan juta se Indonesia. Di lain pihak, BPJS Ketenagakerjaan turut berkewajiban mempromosikan produk dari perusahaan yang bekerjasama.

Sementara itu General Manager Operation KFC Robert Sam Kurniadi mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan layanan jemput bola dalam pemberian santunan. Robert mengaku, seluruh karyawan KFC se Indonesia sudah terdafar peserta BPJS Ketenagakerjaan. ”Kami juga sudah mendaftarkan seluruh karyawan ke program Jaminan Pensiun,” tegasnya. (dni)

 

 

 

Komentar telah ditutup.