Jokowi: Penanganan Korban Gempa Aceh Sudah Dilakukan Maksimal

INDOPOS.CO.ID – Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar sekitar pukul 17.36 WIB menggunakan pesawat kepresidenan R1, Kamis (8/12). Di bandara ia disambut langsung disambut oleh Plt Gubernur Aceh Mayjen Purnawirawan Soedarmo, Pandam IM Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak. 

Dari bandara, presiden langsung memimpin rapat koordinasi penangananan bencana Pidie Jaya. Rapat berlangsung di Hermes Hotel, tempat presiden menginap. Usai rehat sejenak, presiden mengawali kunjungannya ke Aceh dengan membesuk para korban gempa yang dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA).

Di rumah sakit milik pemerintah Aceh itu, hingga kemarin pagi, tercatat 19 pasien yang mengalami luka serius. Sorenya, jumlah korban menjadi 23 orang yang masuk RSUZA dan delapan sudah ditangani operasi.

Pada para pasien, presiden juga memberikan santunan langsung. "Penanganan pasien telah dilakukan secara maksimal," kata Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :

Tower Bersama Bantu Recovery Gempa Aceh

Selain perawatan intensif, sebagian korban gempa juga telah dilakukan operasi. Ditemui di rumah sakit, presiden menyebutkan proses evakuasi korban di lokasi kejadian juga segera berakhir.

"Proses evakuasi telah selesai 99 persen. Besok (hari ini) saya akan berkunjung langsung untuk melihat apa yang kurang dalam proses tanggap darurat wilayah gempa," sebutnya.

Baca Juga :

Rehabilitasi Gempa Aceh Lihat Pengajuan

Sebelumnya, presiden usai menyatakan dirinya telah memerintahkan pada Kepala Staf Kepresidenan dan instansi terkait untuk terjun langsung ke lapangan. 

"Saya perintahkan juga kepada Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB untuk semuanya terjun. Karena setiap jam yang saya ikuti, korbannya terus bertambah," sebutnya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan segera beri bantuan bagi korban gempa Pidie Jaya dan pendampingan pada pemerintah daerah mulai fase darurat sampai rekonstruksi.

Penegasan Presiden itu dikatakan staf khusus Presiden RI, Teten Masduki, saat konfrensi pers. Ia juga menyebutkan sudah mengaktifkan posko bencana di halaman kantor bupati dipimpin Wabup Pidie Jaya.

Menurut Teten Masduki lagi, untuk penanganan para korban gempa yang menderita luka-luka sudah mendapat penanganan cukup baik, di RSUD dr Fauziah Bireuen, RSU Pidie Jaya, RSU Sigli dan Banda Aceh juga rumah sakit lapangan.

Pencarian bagi korban yang belum ditemukan terus dilanjutkan. Dalam fase tanggap darurat melakukan identifikasi kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, pesantren jalan, jembatan, rumah ibadah, perairan dan rumah warga hancur.

Bagi keluarga korban meninggal dunia dalam bencana alam gempa bumi itu, diberikan santunan Rp15 juta dan untuk korban luka-luka sebesar Rp5 juta dari menteri sosial, kata Teten Masduki. (rah/mai/JPG)

Komentar telah ditutup.