Rabu, 21 November 2018 05:18 WIB
pmk

Internasional

Perusahaan Norco Berlakukan Cuti KDRT

Redaktur:

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pabrik produk susu asal negara bagian New South Wales ‘Norco’ tengah melakukan reformasi penting yakni memberlakukan cuti karena kekerasan dalam rumah tangga (DV), yang dibayar, bagi karyawan-karyawannya.

Norco adalah salah satu perusahaan manufaktur pertama di pedalaman Australia yang menawarkan cuti khusus kekerasan dalam rumah tangga.

CEO Norco, Brett Kelly, mengatakan, kebijakan ini menyampaikan pesan yang tepat dalam isu sosial yang penting.

Pabrik berbasis koperasi peternakan, yang berusia 121 tahun, ini akan memberikan cuti dibayar selama 3 hari untuk para pekerja yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, agar mereka bisa menjalani pemeriksaan medis, proses hukum, dan hal-hal lainnya.

Serikat Pekerja Manufaktur Australia (AMWU) membantu merundingkan kesepakatan itu bersama dengan serikat pekerja ternak.

Sekretaris AMWU, Tim Ayres, mengatakan, kebijakan itu adalah keputusan penting dan sangat signifikan karena terjadi di sektor manufaktur makanan yang jam kerjanya lebih ketat.

Ia menjelaskan, "Perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga merasa sulit untuk mengakses layanan bantuan, mereka seringkali sangat khawatir akan masalah privasi yang muncul karena hal ini terjadi di komunitas pedalaman, dan mereka sering takut untuk mengakses layanan bantuan dan mencari pertolongan yang mereka butuhkan.”

"Ini berarti bahwa pekerja akan memiliki lebih banyak hak, lebih banyak akses ke bantuan tersebut, akan mendukung orang dan mengirim pesan kepemimpinan di masyarakat bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak dapat diterima dalam masyarakat Australia sekarang ini,” lanjut Tim.

"Kita harus berjuang keras untuk memberantasnya dari wilayah kita dan kota-kota kecil kita sebanyak yang dilakukan di kota-kota besar," sambungnya.(jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

Stop Bunuh Gajah!

Headline

Korban Keracunan Masal Jadi 102 Orang

Megapolitan

Saling Bantah Penahanan Bayi di RSUD

Jakarta Raya

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

IKLAN