Selasa, 20 November 2018 05:19 WIB
pmk

Lifestyle

Batik Modern Nuansa Lokal

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

MODERN: Seorang model mengenakan baju batik FashUnica by Steven Tach. Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Keragaman kain dan furnitur,  menjadi daya tarik bagi perancang Mulia Denny. Mulia mempunyai mimpi untuk menghidupkan kembali warisan kekayaan wastra dan furnitur dengan sentuhan modern.

Sebuah kombinasi yang dianggapnya tidak hanya mampu mengangkat budaya lokal ke tingkat yang lebih tinggi, tapi juga berorientasi ekspor. "Saya ingin batik dan tenun dari berbagai daerah menjelma menjadi bentuk baru yang modern tanpa kehilangan pesona lokalnya. Furnitur dari berbagai wilayah mulai dari Sabang hingga Merauke hadir dengan aroma kekinian namun tetap kental terasa keindahan budaya setempatnya," kata Mulia di Jakarta.

Hal itu yang menjadi spirit utama Mulia untuk mendirikan Butik FashUnica, sebagai wadah pengolah wastra. Dilengkapi juga galeri Indonesian Heritage Furniture. Mulia menjalin kerja sama dengan perancang mode asal Jepang Steven Tach yang menjadi desainer utama untuk label FashUnica by Steven Tach. Melakukan pengembangan kain-kain lokal dan mengharapkan aroma internasional merebak dari karya Steven Tach.

Sedangkan untuk furnitur, Mulia berkolaborasi dengan beberapa seniman dari berbagai daerah. "Kombinasi lokal dan modernitas itu yang justru membuat karya Indonesia memberi warna pada industri dunia, suatu saat. Karya yang tak hanya menjadi imitasi karya dunia. Indonesia tak hanya menjadi pasar bagi karya dunia, tapi mengisi pasar dunia juga dengan pesona Nusantara," ungkapnya.

Butik FashUnica dan Galeri Indonesian Heritage Furniture hadir  di Kemang Timur Raya 54, Jakarta Selatan. Lantai satu menjadi area untuk memajang karya FashUnica by Steven Tach, partner Mulia untuk karya busana. Bukan tidak mungkin suatu saat Mulia membuka peluang untuk bekerja sama dengan desainer-desainer lain, terutama yang mengedepankan wastra Indonesia, dan melengkapi koleksi di Butik FashUnica.

Di lantai satu pula merangkap ruang pamer karya Galeri Indonesian Heritage Furniture seperti sofa, kursi, meja, lemari, serta bingkai kaca. Mengadopsi karya lawas Nusantara dengan tampilan selera masa kini. Pada awalnya Mulia Denny berkeinginan untuk memiliki koleksi Steven Tach, desainer asal Jepang, yang dipergelarkan pada ajang Indonesia Fashion Week dua tahun lalu.

Keinginan Mulia berkembang lebih jauh untuk mengajak Tach berkolaborasi. Hal itu dilakukan setelah melihat minat Tach yang besar pada kain-kain Indonesia. Penguasaannya pada teknik saat menangani kain, serta gaya mode modern Tach yang, dinilai Mulia, sangat satu visi dengannya yakni mengangkat kekayaan wastra dan pesona lokal Indonesia dalam sentuhan modern.

Mulia mencetuskan gagasan untuk mendirikan butik yang mengoleksi karya Steven Tach. "Saya membangun impian untuk menjadikan wastra Nusantara sebagai tuan rumah di negerinya sendiri. Jadi, meskipun tertarik bekerja sama dengan Steven Tach, saya menyodorkan persyaratan kepadanya untuk bersedia  bekerja keras untuk mencapai kesuksesan bersama,"ujar Mulia.

Tatkala Tach setuju, lahirlah FashUnica yang mewadahi keunikan sinergi kedua desainer itu untuk dapat saling melengkapi dalam berkarya. Mampu memangkas rentang jarak ribuan mil antara Indonesia dan Jepang.

Enam belas koleksi terbaru FashUnica by Steven Tach yang merupakan karya kolaborasi Steven Tach dan Mulia Denny. Siluet dekonstruktif dengan pecah pola rumit yang menjadi ciri khas dari Steven Tach. Arsitek lulusan The Shibaura Institute of Technology Japan ini, berpadan selaras dengan selera Mulia Denny yang menggabungkan beberapa jenis bahan dalam satu tampilan busana.

Bahan polos seperti tenun ATBM doby dan denim, berpadu dengan katun, sifon, atau rayon bermotif batik. Bertukar bentuk menjadi gaun A-simetris, terusan kimono, blus, celana-rok, palazzo, dan kulot.

Motif merak dan motif bunga Sakura dari Jepang yang didesain khusus oleh Steven Tach seolah menggambarkan hubungan yang harmonis antara dua desainer beda negara itu. Mulia mengayakan desain dengan membubuhkan elemen bordir benang emas, berbentuk tiga dimensi dengan motif merak dan bunga sakura, pada bahu dan punggung busana.

Rentang warna yang dipilih seperti kuning, coklat, merah bata, hijau, dan biru merepresentasikan warna alam yang menjadi filosofi pribadi Tach dalam berkarya. Delapan peragawati membawakan tiap koleksi dengan gemulai di bawah arahan koreografer Citra Nartomo, dan derap musik racikan Irwan Key.

Aki by Aki Salon melengkapi tata rias mau pun tata rambut, dan menjadikan model semakin rupawan.(yer)

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN