Senin, 24 September 2018 05:13 WIB
pmk

Hukum

Uchok: Seret Semua Penikmat Uang Korupsi e-KTP

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Centre for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadaf meminta kelada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret  semua penikmat uang hasil  korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri tahun 2011-2012.

Uchok menyatakan memberi dukungan kepada lembaga antirusuah pimpinan Agus Rahardjo  itu lantaran memiliki komitmen memeriksa pihak-pihak terkait dengan kasus e-KTP.  

"Siapa pun penikmat uang hasil dugaan korupsi e-KTP harus diseret ke pengadilan. Jangan pilih-pilih. Semua harus dibawa ke meja hijau," kata Uchok, Sabtu (10/12).

Uchok berharap KPK tidak segan-segan dalam menyasar para wakil rakyat jika ditemukan dua alat bukti yang cukup menjadikan mereka tersangka.

"Semoga saja, dengan keseriusan penyidikan KPK ini kepada anggota dewan, tidak ada intervensi politik terhadap kasus e-KTP ini," ujar Uchok.

Sebelumnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin pernah mengungkapkan bahwa Setnov adalah orang yang memberi perintah untuk mengatur proyek e-KTP. Mantan anggota Komisi III DPR itu bahkan menyebut Setnov mengatur pembagian fee dari proyek bernilai sekitar Rp 6 triliun tersebut.

Dalam proyek e-KTP ada lima perusahaan BUMN dan swasta yang membentuk sebuah konsorsium. Yakni  PT Len Industri, Perum Percetakan Negara (Peruri), PT Sucofindo, PT Quadra Solution dan PT Sandipala Arthapura.
Dirut Sandipala Arthapura, Paulus Thanos pernah mengakui bahwa Setnov merupakan otak proyek e-KTP. 

Mantan Ketua KPK Abraham Samad pada 2014 juga pernah mengungkapkan bahwa mantan bendahara umum Golkar itu ada keterkaitan dengan proyek e-KTP.
Namun, Novanto sudah membantahnya. Menurut dia, baik Nazaruddin maupun Paulus Thanos telah mengarang cerita soal keterlibatannya dalam korupsi e-KTP. (fat/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi-e-ktp 

Berita Terkait

IKLAN