Jumat, 21 September 2018 03:54 WIB
pmk

Lifestyle

Ada Slalom Delman di Kendoeri Kampoeng Kemajoran

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

HEBOH: Peserta slalom delman sedang menunggu giliran di acara Kendoeri Kampoeng Kemajoran. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Dalam rangka membangkitkan kembali budaya Betawi yang mulai tenggelam, salah satu tokoh Betawi Biem Benyamin menggelar 'Kendoeri Kampoeng Kemajoran'. Festival yang digelar sejak 10 Desember itu diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan Budaya betawi di Jakarta.

Festival budaya itu sendiri memang menonjolkan beragam kebudayaan Betawi. Mulai kuliner hingga kesenian asli Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Biem Benyamin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepeduliannya untuk tetap melestarikan budaya Betawi yang terancam punah. ”Dengan adanya festival ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal budaya Betawi,” kata Biem Benyamin.

Salah satu keunggulan acara tersebut yaitu perlombaan slalom delman. Para kusir, tambah Biem, ditantang untuk melakukan slalom dengan melewati sejumlah traffic cone layaknya di arena mobil. 

Inovasi ini, lanjut Biem, sebagai upaya menyesuaikan pelestarikan budaya Betawi tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarahnya. 

"Delman sendiri di masanya adalah moda transportasi kebanggaan warga Betawi. Tapi belakangan sudah mau punah. Makanya saya berinovasi dengan promosikan budaya betawi dengan menggelar slalom delman agar lebih menarik," terang Biem yang juga putra seniman legendaris Betawi Benyamin Sueb.

Adapun slalom yang diikuti 25 delman tersebut, maka sang juara akan mendapat hadiah sebesar Rp 3 juta sebagai apresiasi.

Slalom delman sendiri baru kali pertama digelar di Indonesia dan dunia. Biem kembali menambahkan, dipilihnya kawasan Kemayoran sendiri, lantaran lokasi ini merupakan salah satu jantung dari kebudayaan Betawi. 

”Musik gamang khas betawi sendiri juga lahir di Kemayoran, begitu pula Almarhum Benyamin Sueb juga lahir di sini. Jadi kalau Jakarta Selatan punya Setu Babakan, di Jakarta Timur punya festival Condet di Jakarta Pusat juga punya namanya Kendoeri Kampoeng Kemajoran,” ulas Biem yang selalu menginginkan budaya Betawi ini dilestarikan. 

Biem pun berharap pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta lebih peduli terhadap pelestarian budaya betawi. Hal ini sesuai dengan amanat UU pelestarian budaya betawi yang sudah disahkan. 

"Masalah kebudayaan Betawi bukan hanya tanggung jawab senimannya saja, tapi yang lebih utama adalah peran dari Pemprov DKI," tegas Biem yang kini duduk di Komisi 1 DPR.(ibl)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN