Ini Cara Bahrun Naim Berkomunikasi dengan Anggotanya di Indonesia

INDOPOS.CO.ID-Polri sempat mengira, kemampuan kelompok teroris di Indonesia mengalami penurunan. Pasalnya, sejumlah pelaku bom bunuh diri di Indonesia hanya membawa bom rakitan berdaya ledak rendah.

Namun, anggapan itu seketika berubah 180 derajat setelah Polisi menemukan laboratorium bahan peledak di Majalengka. Ini diperkuat dengan pennangkapan tiga pelaku terduga teroris di Bekasi berikut bahan baku bom yang akan mereka gunakan untuk meledakkan Istana Negara. Bom yang terbungkus dalam alat penanak nasi elektronik itu berbahan dasar TATP dengan kemampuan daya ledak tinggi.

Baca Juga :

Pengamat terorisme Al Chaidar menjelaskan, tiga terduga teroris yang tertangkap di Bekasi itu merupakan anggota jaringan Bahrun Naim. Bahkan menurut dia, Naimlah yang berada di balik rencana aksi teror di Indonesia beberapa waktu belakangan ini.

Sebab, yang bersangkutan terus berkomunikasi dengan kelompok-kelompok teror di tanah air. ”Melalui aplikasi telegram, dia selalu memberikan arahan,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Bahkan, arahan itu sampai pada tata cara membuat bom dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh. ”Dia membagi pengetahuannya sampai mendasar,” kata Chaidar.

Petunjuk-petunjuk pembuatan bom tersebut bahkan telah tersebar di antara kelompok-kelompok teror itu. Saling share pengetahuan membuat bom tersebut sangat berbahaya. ”Mereka biasanya praktik membuat bahan dan melakukan uji coba,” ujarnya.

Baca Juga :

Soal UU Cipta Kerja, Ini Sikap Bima Arya

Praktik pembuatan bom semacam itu bisa mengancam masyarakat. Sebab, bila dilakukan asal-asalan, bom bisa saja meledak sewaktu-waktu. ”Sering kita dengar bom meledak saat dirakit,” ucapnya.

Chaidar yakin, kemampuan merakit bom dan bahan peledak akan terus berkembang selama Naim bisa berkomunikasi dengan kelompok teror. Saat ini, Naim memiliki hubungan dengan kelompok Ustad Afif yang pada awal 2015 pernah ditangkap karena mengajak masyarakat bergabung dengan ISIS. ”Tapi, akhirnya Afif ini dilepas karena hukum tidak bisa menjerat,” katanya.

Ada kemungkinan Afif juga terhubung dengan empat orang yang tertangkap di Bekasi dan Karanganyar. Chaidar menjelaskan, selain Afif, memang ada kelompok lain yang cukup kuat di Bekasi.

Langkah utama yang perlu dilakukan, tutur Chaidar, ialah membuat terobosan menghentikan Naim. ”Kalau bisa dipangkas Bahrun Naim ini, kemampuan kelompok teror akan menurun drastis,” ucapnya. (idr/c9/ca/JPG)

Komentar telah ditutup.