Kamis, 15 November 2018 05:57 WIB
pmk

Internasional

Bom Turki Sasar Polisi, Renggut 36 Nyawa

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

PORAK PORANDA: Polisi berjaga di sekitar lokasi ledakan. Foto: Mirror

INDOPOS.CO.ID– Belum reda kegembiraan suporter Besiktas setelah klub sepak bola kebanggaannya mengalahkan Bursaspor dalam laga Super Lig. Berselang dua jam setelah laga yang berakhir dengan skor 2-1 itu, kebanyakan polisi pun masih berjaga-jaga. Keriuhan berubah menjadi tragedi setelah bom meledak dari mobil di luar Vodafone Arena, stadion yang menjadi markas Besiktas.

Semenit kemudian, seorang pria meledakkan dirinya di dekat polisi yang sedang berjaga. Pascainsiden yang sebagian besar korbannya adalah polisi itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendeklarasikan satu hari berkabung nasional. Kemarin (11/12) pemimpin 62 tahun itu mengunjungi beberapa korban luka yang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sebelumnya, dia juga menghadiri upacara pemakaman lima di antara total 30 polisi yang tewas dalam insiden tersebut.

’’Turki akan memerangi terorisme sampai tak bersisa lagi,’’ tegas Erdogan yang melayat bersama Perdana Menteri (PM) Binali Yildirim. Ankara menuding militan Kurdi yang tenar dengan nama PKK (Partai Pekerja Kurdistan) berada di balik serangan maut yang menarget aparat tersebut. Selain menewaskan 38 orang, insiden itu membuat sekitar 115 orang terluka.

Kemarin bendera Turki berkibar setengah tiang di seantero negeri. Massa berjubel di salah satu sudut stadion untuk meletakkan bunga atau sekadar pesan duka. Tapi, ada juga yang mengusung spanduk bertulisan kecaman terhadap PKK. ’’Enyahlah PKK! Tanah air kami ini tidak akan bisa dicerai-beraikan!’’ bunyi tulisan di salah satu spanduk. Kurdi, satu-satunya etnis besar dunia yang tidak memiliki negara, telah lama menjadi musuh Turki.

Polisi menjaga ketat lokasi ledakan yang ramai dikunjungi warga sejak Sabtu malam. Petugas juga memasang garis polisi demi kelancaran investigasi. Di markas besar Kepolisian Istanbul, Menteri Dalam Negeri Suleman Soylu memimpin upacara penghormatan terakhir bagi 30 polisi yang gugur saat menjalankan tugas. ’’Cepat atau lambat, kita pasti akan balas dendam,’’ serunya kemarin.

Selain 30 polisi, dua ledakan itu menewaskan tujuh warga Turki dan seorang warga lain yang tak teridentifikasi. Tidak jelas apakah angka tersebut sudah termasuk dua pelaku yang juga tewas di lokasi. Soylu menegaskan bahwa dua bom berdaya ledak tinggi itu milik PKK. ’’Semua bukti di lapangan mengarah pada PKK,’’ ungkapnya. Sejauh ini, polisi sudah mengamankan 13 orang yang diduga terlibat dalam insiden maut itu.

Menurut Wakil PM Numan Kurtulmus, bom rakitan itu menggunakan 300–400 kilogram mesiu. Di tanah yang semula menjadi tempat berhentinya mobil pelaku tercipta lubang besar pasca ledakan. Beberapa saksi mata yang rumahnya tidak jauh dari stadion mengaku ikut merasakan getaran ledakan. Bahkan, kaca jendela di rumah mereka ikut bergetar meski tidak sampai pecah.

Sejauh ini, PKK belum mengakui perbuatan mereka. Biasanya, kelompok militan yang ingin berpisah dari Turki itu selalu mengklaim serangan yang sudah mereka lancarkan. Tapi, Ankara memang tidak memerlukan pengakuan langsung tersebut jika bukti-bukti yang dikumpulkan tim forensik kepolisian sudah kuat. Kemarin Turki langsung melarang keras segala ujaran maupun tulisan yang berbau simpati kepada PKK. (AFP/Reuters/BBC/hep/c19/sof)

Serangan Maut di Negeri Dua Benua Sepanjang 2016

17 Februari: Serangan menarget konvoi militer di Kota Ankara dan merenggut sedikitnya 28 nyawa.

13 Maret: Ledakan bom mobil bunuh diri di Kota Ankara menewaskan sekitar 37 orang. Pelakunya adalah militan Kurdi.

28 Juni: Serangan bersenjata dan bom di Bandara Ataturk di Kota Istanbul menewaskan 41 orang. Serangan itu didalangi ISIS.

30 Juli: Militer melawan pemberontak Kurdi yang menyerbu pangkalan mereka. Bentrok berakhir dengan kematian sedikitnya 35 pemberontak.

20 Agustus: Ledakan bom di pesta pernikahan warga di Kota Gaziantep menewaskan sedikitnya 30 orang. ISIS mendalangi ledakan tersebut.

Sumber: BBC


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN