Rabu, 26 September 2018 10:06 WIB
pmk

Internasional

Serangan Bom Juga Menyasar Katedral Koptik Kairo

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

HANCUR: Kondisi Gereja Santo Petrus, Kairo, Mesir sesaat setelah terkena hantaman bom. Foto: Reuters

INDOPOS.CO.ID-Bersamaan dengan dua bom di Turki, sebuah bom mengguncang Mesir kemarin (11/12). Ledakan yang memorakporandakan kompleks Katedral Koptik di Kota Kairo itu menewaskan sedikitnya 25 orang. Umat Kristen Koptik mengikuti misa Minggu di ibu kota Negeri Piramida tersebut saat bom meledak.

Bom itu bukanlah serangan pertama terhadap komunitas Kristen Koptik yang menopang 10 persen populasi Mesir tersebut. Belakangan, masyarakat minoritas itu menjadi sasaran pengeboman dan penembakan. Namun, bom pada Minggu pagi tersebut merupakan serangan yang paling brutal dan mematikan. Selain merenggut 25 nyawa, ledakan itu melukai 31 orang.

”Penduduk muslim dan kristiani Mesir bersatu melawan terorisme hitam seperti ini,” ujar Perdana Menteri (PM) Sherif Ismail. Pemerintahan Presiden Abdel Fattah El Sisi juga langsung mendeklarasikan tiga hari berkabung nasional di seluruh Mesir. Kini, setelah seluruh korban dievakuasi dari lokasi ledakan, polisi berfokus pada investigasi.

Sisi mengimbau seluruh warga tidak takut pada teror tersebut. ”Mulai detik ini, Mesir justru tumbuh menjadi negara yang jauh lebih kuat dan rukun,” tegasnya. Investigasi awal mengarah pada keterlibatan militan Islam radikal yang juga simpatisan ISIS. Kabarnya, mereka meracik sendiri bom maut itu dengan 12 kilogram TNT.

Kemarin Menteri Dalam Negeri Magdy Abdel Ghaffar langsung bertolak ke lokasi ledakan. Setelah meninjau tempat kejadian, dia meminta aparat menangani insiden tersebut dengan sungguh-sungguh. Sheikh Ahmed el-Tayeb, pemimpin Al-Azhar, juga mengecam dua ledakan itu. ”Ledakan ala teroris seperti ini merupakan aksi kriminal yang mengancam keselamatan seluruh warga Mesir,” ucapnya.

Dalam jumpa pers, aparat menyatakan bahwa ledakan yang mengincar komunitas Kristen Koptik tersebut terjadi di halaman Gereja Santo Petrus dan Santo Paulus yang satu kompleks dengan katedral. Saat insiden terjadi, Paus Koptik Tawadros II tidak berada di tempat. Namun, dia dijadwalkan segera pulang untuk melihat kondisi kompleks katedral setelah ledakan. (AFP/Reuters/BBC/hep/c18/sof)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN