Nusantara

Rumah Ludes Terbakar, Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal

Redaktur:
Rumah Ludes Terbakar,  Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal  - Nusantara

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Senin (12/12) pukul 09.00 Wita pagi, si jago merah mengamuk di RT 06, Gang Baru, Jalan Durian, Dusun Singa Karti, Desa Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim). Akibatnya, dua rumah pribadi dan dua barakan 10 pintu ludes terbakar. Selain itu, puluhan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

Informasi yang dihimpun, api diketahui pertama kali muncul dari bagian dapur barakan yang dihuni seseorang bernama Lek Min, yang saat kejadian sedang tidak berada di tempat. Seketika itu pula tiga pintu barakan lainnya yang berada dalam satu bangunan milik Rabiah dan H Rasmin ikut terbakar.

“Saat kami duduk-duduk, tiba-tiba dari bagian dapur barakan kamar nomor satu muncul api besar. Setelah itu, terdengar suara ledakan. Terus yang menghuni barakan sedang tidak ada di tempat saat kejadian,” kata Sulaiman (37) salah seorang saksi mata, kemarin.

Besarnya api disertai angin kencang, menyebabkan satu bangunan barakan tingkat dua dengan enam pintu, beserta dua rumah tunggal yang berada di samping kiri kanan barakan, ikut ludes dilalap si jago merah. Dan api cepat menjalar karena bangunan disekeliling bangsalan juga berbahan dasar kayu.

“Hanya kami belum tahu apa penyebab pasti kebakarannya. Karena ada yang bilang karena korsleting listrik, tapi ada juga yang bilang karena kompor gas. Tapi yang jelas, apinya muncul di bagian dapur barakan di kamar nomor satu,” tegasnya.

Akibat musibah tersebut, puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, salah satunya yakni Lapalla. Pria paruh baya yang tinggal di salah satu bangsalan yang terbakar menuturkan, dirinya baru saja pulang shift malam dan langsung tidur.

“Saat kejadian saya sedang tertidur, terus tiba-tiba ada warga yang teriak ada kebakaran, ada kebakaran. Karena kaget dan panik, saya langsung terbangun dan lari keluar, tanpa sempat menyelamatkan barang apapun di dalam rumah,” tuturnya.

Sebelum petugas pemadam tiba di lokasi kejadian, warga setempat berusaha menjinakan api dengan menggunakan Alkon milik salah seorang warga. Namun sayang, meski telah bahu membahu, kobaran api yang terlanjur sudah membesar sulit dipadaman.

“Untung kami pakai Alkon tadi untuk memadamkan apinya, kalau tidak, semua rumah yang ada di sekitar lokasi kebakaran ini sudah rata dengan tanah. Karena pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kebakaran," ujar salah seorang saksi lainnya.

Satu jam kemudian api dapat dijinakan, setelah empat fire truk dan tiga truk water suplai milik pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dikerahkan. Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami belum dapat menyimpulkan apa penyebab kebakarannya, nanti kita tunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan uji laboratorium forensik (Labfor). Untuk keperluan keamanan dan penyelidikan, TKP telah dipasangi police line,” kata Kapolsek Sangatta Iptu Slamet, kemarin.

Untuk diketahui, adapun rumah para korban yang terbakar yakni, barakan enam pintu milik H Rasmi yang dihuni tujuh jiwa. Barakan loteng dengan enam pintu milik Ibu Fitri, dihuni sekitar 10 jiwa. Rumah tunggal milik Andi Ardi, karyawan PT THIESS, dan rumah pribadi Yusuf yang dikontrakan kepada Sarifudin. (drh/JPG)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.