Senin, 24 September 2018 07:05 WIB
pmk

Hukum

Anak Buah Bahrun Naim Jago Merakit Bom

Redaktur:

Anggota Gegana Brimob Polda Jawa Timur membawa bahan peledak hasil penggeledahan rumah terduga teroris Khafid Fathoni. Disposal (penceraiberaian) dilakukan di markas Den C brimob Kota Madiun karena bahan peledak ini dinilai rentan meledak bila dibawa ke Surabaya atau Jakarta. Foto: WS Hendro/Radar Madiun/JPNN.com

INDOPOS.CO.ID - Sejak Sabtu (10/12) hingga Senin (12/12), jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri sudah mengamankan tujuh terduga teroris di berbagai lokasi.

Mereka diduga kuat merupakan jaringan teroris asal Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah, Bahrun Naim.

Dari sejumlah bukti yang ditemukan polisi, diduga kuat para pelaku ini sudah siap melancarkan aksinya mengebom sejumlah objek vital nasional di Jakarta.

Salah satunya yang menjadi incaran mereka adalah Istana Negara, Jakarta Pusat.

"Perlu kami sampaikam ketujuh orang ini masih dalam proses pengembangan dan pemeriksaan intensif untuk mengetahui siapa saja yang terkait," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, Senin (12/12) di Mabes Polri.

Ketujuh pelaku itu yakni NS dan AS yang ditangkap di bawah jalan layang Kalimalang, Bekasi.

Selain itu, DYN yang diringkus bersama bom berdaya ledak tinggi di kontrakan kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian S, yang diringkus di Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka semua ditangkap, Sabtu (10/12).

Kemudian, Minggu (11/12) Densus 88 menangkap tiga orang yakni KF di Ngawi, Jawa Timur,  APM di Solo dan WP di Klaten, Jawa Tengah.

"Mereka ini terafiliasi dengan Bahrun Naim," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Martinus mengatakan, para pelaku yang ditangkap ini memiliki kemampuan membuat bom.

"Dari beberapa bukti yang diperoleh mengindikasikan mereka misalnya NS punya kemampuan merakit bom," katanya.

Martinus menambahkan, penangkapan para pelaku ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan Densus 88 terhadap aksi terorisme.

Namun, dia menegaskan, pencegahan ini juga memerlukan dukungan masyarakat.

Apresiasi yang disampaikan publik turut meningkatkan moril anggota Densus dalam mencegah timbulnya ledakan yang sudah direncanakan para teroris. (boy/jpnn)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

31 Tahun Menghilang, Jasad Pendaki Wanita Ditemukan Di Elbrus

Internasional

IKLAN