Kunjungan Jokowi ke India Tawarkan Investasi di Farmasi, Teknologi Informasi, dan Otomotif

INDOPOS.CO.ID  – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke India dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama investasi di bidang farmasi, teknologi informasi, dan otomotif. Sebab, selama ini kerjasama diidominasi oleh minyak sawit mentah dan batu bara.

    Kemarin (12/12), Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi. Dalam kunjungan pertama kali Presiden Jokowi itu dia menegaskan India punya peran yang penting bagi Indonesia. Khususnya dalam bidang kerjasama ekonomi. ”Indonesia berharap untuk membuat variasi produk ekspornya ke India,” ujar dia usai pertemuan. 

Baca Juga :

    India adalah mitra dagang Indonesia terbesar di Asia Selatan dan sekaligus merupakan mitra terbesar ke-4 di dunia. Angka perdagangan Indonesia dengan India tahun 2015 mencapai USD 14,45 milyar. Sedangkan investasi India ke Indonesia merupakan 43% dari investasi India di ASEAN yang mencapai USD.57,2 pada tahun 2015.

    Dari angka perdagangan antara Indonesia dan India, Indonesia memperoleh surplus perdagangan. Namun sebagian besar terdiri komponen crude palm oil alias minyak sawit mentah dan batubara. ”Indonesia mengundang India untuk meningkatkan kerja sama investasi di bidang farmasi, teknologi informasi, dan otomotif,” ujar Jokowi.

Baca Juga :

    Peningkatan perdagangan itu dibarengi dengan kesepahaman bersama tentang standarisasi perdagangan Indonesia dan India. Selain itu, lalu lintas Indonesia dan India juga dipermudah dengan penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke Mumbai langsung. Diharapkan bisa melancarkan pula kerjasama di sektor ekonomi. 

Pada pertemuan tersebut telah ditandatangani tiga nota kesepahaman. Yakni di bidang standardisasi perdagangan, olah raga dan penghentian penangkapan ikan secara ilegal.

Baca Juga :

    Sementara itu, PM Narendra Modi menuturkan kerjasama Indonesia juga merupakan mitra yang sangat baik dalam bidang ekonomi, politik, dan keamanan. India terkesan dengan kemampuan Indonesia yang menjadi negara dengan populasi muslim terbesar dunia. Tapi, bisa merawat demokrasi dalam keberagaman. ”Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia unggul dalam demokrasi, keberagaman, dan kemajemukan,” ungkap PM Modi. Dia juga sempat mengucapkan bela sungkawa pada korban gempa bumi di Aceh. 

    Lebih dari itu, PM Modi juga menyatakan siap bekerja sama terutama di bidang pertahanan dan keamanan. ”Kerja sama pertahanan, memerangi terorisme, kejahatan terorganisir dan penyelundupan manusia merupakan agenda penting,” ujar PM Modi.

Pada kunjungan kerja itu Jokowi didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. Jokowi akan berada di India hingga hari ini (13/12).

Selanjutnya, pada Rabu (14/12), dia dijadwalkan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dan Supreme Leader (Pemimpin Agung) Iran Ayatollah Seyed Ali Khameinei. (jun/JPG)

Komentar telah ditutup.