Senin, 24 September 2018 07:02 WIB
pmk

Internasional

PM Australia Bakal Bangun Kedua di Badgery Creek

Redaktur:

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sudah menyetujui pembangunan bandar udara kedua di Sydney, Badgery Creek Airport, yang akan selesai di pertengahan tahun 2020.

PM Turnbull dan Mengteri Infrastruktur Federal Paul Fletcher menyetujui rencana pembangunan tersebut, yang nantinya ketika dibangun hanya dengan satu landasan pacu.

Rencana pembangunan bandara ini disetujui setelah debat yang berlangsung selama 50 tahun mengenai lokasi di Badgerys Creek di Sydney Barat tersebut.

Tahap pertama Bandara yang disebut Western Sydney Airport ini akan beroperasi di pertengahan tahun 2020, dengan satu landasan pacuk dan fasilitas untuk sekitar 10 juta penumpang per tahun.

Fletcher mengatakan bandara baru ini akan memberi manfaat bagi kota Sydney dan Australia secara keseluruhan.

"Bagi sekitar dua juta orang bandara ini akan lebih dekat dibandingkan Bandra Kingsford Smith yang ada di Sydney sekarang." katanya.

Fletcher mengatakan di tahap pertama ini hanya ada satu landasan pacu, dengan landasan pacu kedua akan dibangun kemudian.

"Landasan pacu itu panjangnya 3.700 meter yang bisa digunakan oleh Airbus 380." katanya.

"Akan ada terminal yang bisa menampung sampai 10 juta penumpang setiap tahun, dan kapasitas tersebut akan dicapai di pertengahan tahun 2030,"

Bandara baru ini akan menjadi pencipta lapangan kerja dan kegiatan ekonomi bagi Sydney Barat, baik dalam pembangunan dan setelah beroperasi.

"Di tahun 2030, diperkirakan akan bisa menciptakan sekitar 9 ribu lapangan kerja." kata Fletcher.

David Borger dari Aliansi Western Sydney Airport Alliance mengatakan pembangunan bandara di Badgerys Creek adalah yang tidak terbantahkan.

"Akhirnya hari ini kita melihat adanya persetujuan pembangunan bandara, yang memungkinkan bandara segera dibangun, jadi saya kira banyak orang akan merasa positif bahwa ini akan betul-betul terjadi." katanya.

Tidak semua orang senang dengan bandara baru

Kota praja Blue Mountains yang terletak di barat Sydney mengatakan bandara kedua di Badgerys Creek akan memberikan dampak buruk bagi situs Purbakala dunia di sana.

Walikota Blue Mountains Mark Greenhill mengatakan rencana itu tidak lengkap sehingga menyebabkan pasokan air bagi warga Sydney rentan.

"Saya tidak tahu bagaimana tingkat kebisingan yang akan terjadi, saya tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap flora dan fauna." katanya.

"Saya tidak tahu bagaimana dampak kualitas udara. Saya bahkan tidak tahu kemana pesawat akan terbang, ini menunjukkan betapa tidak lengkapnya proses yang ada."

"Bila ini adalah hadiah Natal dari Malcolm Turnbull, saya ingin mengembalikannya di Boxing Day (hari setelah Natal). "

Presiden lembaga yang menaungi semua pemerintahan kota praja setempat, Western Sydney Regional Organisation of Councils (WSROC) Stephen Bali mengatakan penandatanganan persetujuan itu terlalu cepat dilakukan.

"Setelah diskusi selama 50 tahun kita masih tidak memiliki rencana mengenai jalur kereta." katanya.

"Tidak ada jalur penerbangan, tidak ada rencana pengurangan polusi suara, jalur pemasokan BBM, Pernyataan Dampak Lingkungan gagal di beberapa bagian."

Dalam pernyataan tertulis, Menteri Lingkungan Federal Josh Frydenberg mengatakan dia sudah mempertimbangkan rencana pembangunan bandara ini dengan Pernyataan Dampak Lingkungan, dan sudah memberikan pesyaratan lebih ketat mengenai pembangunan mendatang.(JPNN)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #international 

Berita Terkait

HRW Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional

Apa Kata PKS soal Yerusalem?

Nasional

Calon Pengganti Presiden Zimbabwe ’’Buaya’’

Internasional

Trump Usir Warga Negara Indonesia Korban Kerusuhan 1998

Internasional

IKLAN