INDOPOS.CO.ID – Kami ingin mendorong siswa pelajar lebih mencintai sains. Karena salah satu penentu kemajuan bangsa adalah sains. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal(Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah(Dikdasmen), Kementerian Pendidik dan Kebudayaan Hamid Muhammad usai menutup acara Internasional Junior  Science Olympiad (IJSO) ke-13 di Nusa Dua, Bali, Sabtu(10/12).

Pasalnya, menurut dia banyak siswa yang tidak senang dengan sains. Mereka melihat mata pelajaran(Mapel) sains sebagai momok. " Anak-anak melihat rumus dalam pelajaran sains itu momok, dan enggan untuk menghafalnya," ungkapnya.

Baca Juga :

Hamid mengajak, setiap negara peserta dalam IJSO dapat mengenalkan sains-sains melalui guru pembelajar. Selain itu, ditambahkan Hamid pihaknya akan menerapkan penyesuaian kurikulum untuk mata pelajaran sains.

" Kami akan memberikan pembinaan bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap sains. Caranya melalui Olimpiade Sains Nasional(OSN). Jangan sampai negara kita hanya menjadi user saja, karena tidak memiliki sains," tegas Hamid.

Lebih jauh Hamid mengatakan, pelaksanaan event Internasional untuk siswa SMP, negara Indonesia meraih 5 medali emas dan tujuh medali perak. Sebagai tuan rumah, menurut Hamid Indonesia menurunkan dua tim.

" Kita patut bersyukur dengan prestasi IJSO tahun ini. Karena melampui ekspektasi target 3 medali emas," katanya.

Baca Juga :

Ini Cara Unik Latih Percaya Diri Anak

Dia menyatakan, sebelum mengikuti kompetisi di event IJSO, peserta diseleksi ketat salah satunya melalui ajang OSN. Ia menambahkan, pelaksanaan event tahun ini diikuti oleh 48 negara dari 52 anggota IJSO.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMP Supriano menambahkan, peserta dengan perolehan medali emas akan mendapat beasiswa hingga ke tingkat S3. Hanya saja, peserta harus dibina hingga jenjang SMA. " Syaratnya prestasinya harus dimantance hingga SMA, baru mendapatkan beasiswa," kata Supriano.

Dia menyatakan, akan mempersiapkan tim lebih baik untuk pelaksanaan IJSO di Belanda tahun 2017 mendatang. Dia menambahkan, lima peraih medali emas dari tim Indonesia adalah Nixon Wijaya, Epafroditus Kristiadi Susetyo, Aditya David Wirawan, Winston Cahya,  dan Albert Sutiono. (nas)


loading...

Komentar telah ditutup.