Minggu, 18 November 2018 05:32 WIB
pmk

Hukum

Penilaian Jaksa Ahok Telah Menistakan Agama

Redaktur: Ali Rahman

Suasana Sidang Ahok di Gedung Eks Pengadilan ?Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/12).

INDOPOS.CO.ID - Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubenur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaannya terhadap Ahok. Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Ali Mukartono ‎menilai bahwa penistaan agama yang dilakukan petahana di Pilgub DKI Jakarta itu lantaran mengutip ayat Al Quran Al Maidah 51. Terlebih, saat berkunjung ke Pulau Seribu itu Ahok tidak berkunjung dalam momentum berkampanye.

"Perbuatan terdakwa yang telah mendudukkan Al Maidah 51 sebagai sarana di Pilgub DKI dinilai penodaan terhadap Al Quran. Dan organisasi kegamaan MUI telah menyatakan bahwa kandungan Al Maidah itu pemimpin dari Yahudi dan Nasraniadalah hukumannya haram dan itu penodaan terhadap Al Quran," kata Jaksa Ali di lokasi, Selasa (13/12).

Ali menjelaskan, bahwa sebelumnya Ahok hanya memberikan sambutannya terkait program kerja di Kepuluan Seribu. Namun, di pertengahan kata sambutan dari mantan Bupati Belitung Timur tersebut ‎malah memasukkan ayat Al Quran.

"‎Hak bapak ibu kalau bapak ibu perasaan tak bisa kepilih nih karena saya takut masuk neraka karena 'dibodohi' gitu ya tidak apa-apa ini kan panggilan pribadi bapak-ibu program ini jalan saja. Jadi bapak ibu tak usaha merasa tak enak dalam nurani tak bisa milih Ahok tak suka sama Ahok tapi programnya gue kalau terima tidak enak jadi hutang budi jangan bapak ibu punya perasaan tak enak, nanti mati pelan-pelan lho kena strok" ujar Ali menirukan pernyataan Ahok.

‎Ali menambahkan, bahwa pernyataan Ahok terbukti telah menggunakan Al Quran sebagai sarana dalam proses pemilihan kepala daerah di Ibu Kota. "Padahal terdakwa sendiri yang mendudukkan atau menempatkan Al Maidah 51 sebagai sarana untuk membodohi dalam pemilihan kepala daerah," pungkas Ali. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sidang-ahok 

Berita Terkait

MA Tolak PK Ahok

Nasional

Sidang Perceraian Kelima, Ahok Tak Hadir

Indotainment

Ini Dasar Ahok Ajukan PK

Hukum

Kasus Ahok Beda dengan Buni Yani

Hukum

Eggi duga PK Ahok Skenario Rezim Penguasa

Hukum

IKLAN