Hukum

Jaksa Sebut Ahok Sengaja Lontarkan Pernyataan Permusuhan ?di Pulau Seribu

Redaktur: Ali Rahman
 Jaksa Sebut Ahok Sengaja Lontarkan Pernyataan Permusuhan ?di Pulau Seribu - Hukum

Tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

INDOPOS.CO.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaannya terhadap terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang menjerat petahana di Pilgub Ibu Kota tersebut.

Jaksa Ali Mukartono ‎mengatakan, bahwa pernyataan Ahok saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Seribu dinilai sengaja dilontarkan untuk menimbulkan permusuhan antar umat beragama.

"Dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan penyalahgunaan atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut," kata Ali di Gedung Eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (13/12).

Menurut Jaksa Ali, Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu datang ke Pulau Seribu didampingi oleh anggota DPRD DKI serta jajaran PNS di pemerintahan Ibu Kota serta masyarakat. Sehingga, Ahok dinilai memanfatkan momentum untuk berkampanye lantaran telah mendaftarkan diri di KPUD DKI.

"Bahwa meskipun pada kunjungan kerja itu tak ada hubungan dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan tetapi oleh karena terdakwa telah terdaftar sebagai salah satu calon gubernur maka ketika memberikan sambutan dengan sengaja memasukan agenda pemilihan Gubernur DKI dengan mengaitkan Surat Al Maidah ayat 51," jelas Ali.

Ia menambahkan, ‎penistaan agama yang dilakukan Ahok terjadi saat dirinya mengimbau warga tidak khawatir apabila tidak terpilih saat 15 Februari nantinya. Padahal, pernyataan tersebut sengaja disisipi dengan Surat Al Maidah 51.

"‎Ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya berhenti pun saya berhenti Oktober 2017. Jadi kalau program ini dijalankan dengan baik pun bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tak terpilih jadi gubernur. Jadi cerita ini supaya bapak ibu semangat," lanjut Ali membacakan dakwaannya.

"Jadi tak usah pikiran ah nanti kalau tak terpilih mesti Ahok program bubar tidak saya sampai Oktober 2017 jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak-ibu tak bisa pilih saya dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 macam," tandasnya. (rmn)

Berita Terkait

Nasional / MA Tolak PK Ahok

Indotainment / Sidang Perceraian Kelima, Ahok Tak Hadir

Hukum / Ini Dasar Ahok Ajukan PK

Hukum / Kasus Ahok Beda dengan Buni Yani

Hukum / Eggi duga PK Ahok Skenario Rezim Penguasa


Baca Juga !.