RAPP Berkomitmen Jalankan SFMP 2.0

INDOPOS.CO.ID-Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) tetap berkomitmen penuh menjalankan "Sustainable Forest Management Policy" (SFMP 2.0) untuk mendukung arah kebijakan pembangunan berkelanjutan Pemerintah Indonesia. Pihaknya akan terus melaksanakan kerja sama yang baik dalam Stakeholder Advisory Committee (SAC).

"Selama proses itu, kami terus bekerja sama dengan SAC yang selama ini telah memberi arahan dan pengawasan terhadap implementasi kebijakan perusahaan," kata Direktur Komunikasi Riau Andalan Pulp &Paper (RAPP), Agung Laksamana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/12).

Selain dengan SAC, pihaknya juga bekerja sama dengan Independent Peat Expert Working Group (IPEWG) untuk mengembangkan strategi jangka panjang dan peta jalan (roadmap) bagi pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab.

Agung menjelaskan, ada banyak kemajuan yang telah dicapai saat ini, meski masih banyak pula yang harus dilanjutkan. Pernyataan Agung dikemukakan menjawab kondisi terkait keluarnya organisasi lingkungan hidup, Greenpeace dari SAC, karena APRIL yang merupakan induk perusahaan RAPP dinilai tidak konsisten soal pembangunan kanal di lahan gambut.

Untuk itu, Agung menambahkan, pihaknya akan berupaya melakukan upaya interaksi secara konstruktif dengan Greenpeace. Sebab perspektif yang diberikan Greenpeace telah membantu dalam mengidentifikasi berbagai celah perbaikan yang telah ditindaklanjuti selama ini.

Sebelumnya, juru kampanye hutan Greenpeace Rusmadya Maharuddin dalam keterangan tertulisnya menyatakan, Greenpeace telah menghentikan keterlibatannya dengan SAC.

Keluarnya Greenpeace dari SAC, karena APRIL dinilai tidak konsisten dan menyesatkan SAC dan kelompok kerja para ahli gambut terkait dengan berlanjutnya pembangunan kanal-kanal di konsesinya di Pulau Padang.

"Jika perusahaan tidak bisa dipercaya untuk menyediakan informasi yang akurat, jelas dan dapat dipercaya terkait dengan operasinya maka tidak ada gunanya untuk melanjutkan keterlibatan dengan perusahaan ini sekarang," kata Rusmadya. (sic)

 

Komentar telah ditutup.