Nama Baik Persiba Tercoreng di Indonesia Soccer Championship

INDOPOS.CO.ID – Pengurus Persiba Balikpapan dilanda kekecewaan berat. Hal itu tidak lepas dari capaian buruk tim berjuluk Beruang Madu ini dalam gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Koleksi 32 poin mengantarkan mereka finis di papan bawah.

Memang, tahun ini Beruang Madu tidak dalam kendali penuh manajemen. Hal tersebut setelah PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator TSC mengambil alih sementara Persiba. Mereka ingin menjaga geliat sepak bola di Kota Beriman supaya tetap ada. Hiburan masyarakat tidak hilang menyusul pembekuan PSSI yang dilakukan Kemenpora.

Ketika ISC mau digulirkan, manajemen Beruang Madu, kala itu memutuskan tidak ambil bagian. Sebab, mereka menilai, ISC tidak memberikan dampak apa-apa. Dalam artian, pemenang tidak memiliki kelanjutan tampil di event lebih tinggi dan tidak adanya degradasi.

Tapi, finis di papan bawah bukan hasil yang diinginkan manajemen. Apalagi, di putaran kedua, Absor Fauzi dkk mencatatkan rekor buruk. Tidak pernah menang ketika tampil di Stadion Persiba. Bahkan, beberapa waktu lalu, Direktur Olahraga Persiba Jamal Al Rasyid mengklaim, ini catatan terburuk dalam 30 tahun. 

Baca Juga :

Polisi Masih Melakukan Pendalaman Kasus

Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher mengatakan, hasil Persiba di ISC sangat jauh dari keinginan pengurus. Bahkan, masyarakat Balikpapan.

“Sebenarnya tidak masalah. Ini tidak ada pengaruhnya dengan nasib Persiba. Kami tetap akan tampil di kompetisi tertinggi tahun depan. Hanya nama baik kita (Persiba) yang jadi buruk,” kata Syahril kemarin.

Baca Juga :

Seri Anyar Sapa Penggemar

Walhasil, Syahril memastikan, tahun depan Persiba kembali dipegang oleh pengurus lama dan berdiri di bawah PT Persiba Beriman. Dia juga memastikan adanya perubahan signifikan dalam skuad Beruang Madu. 

“Kami hanya mempertahankan 30 persen skuad saat ini. Paling banyak 10 orang. Itu pun bisa berkurang tergantung pelatihnya nanti,” tegasnya. (ndu/er/k8/ira/JPG)

Komentar telah ditutup.