Dirampok di Sungai, Nyebur, 3 Hari Kemudian Ditemukan Mati

INDOPOS.CO.ID – Aksi perampokan di pertambakan di Kalimantan Utara kembali memakan korban.

Kali ini, korbannya adalah Hamzah (22).

Baca Juga :

Dia dikabarkan harus melompat ke sungai di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan akibat takut aksi perampok beberapa hari lalu.

Namun nahas, setelah beberapa hari tak ada kabar, mayat Hamzah akhirnya ditemukan, Minggu kemarin (18/12).

Baca Juga :

Tubuh Hamzah sudah membengkak dan kulitnya sudah terkelupas akibat lama mengapung di air.

Seorang saksi, Andi mengaku memuat udang bersama Hamzah.

Baca Juga :

Informasinya, saat itu udang yang dinaikkan di speedboat 40 PK tersebut sebanyak empat pikul.

Setelah siap, mereka pun menuju ke Tarakan.

"Jadi saat itu, kami berangkat secara bersamaan menuju ke pos pembelian udang," kata Andi.

Namun di dalam perjalanan, Hamzah dan Andi diikuti oleh orang tak dikenal.

Saat itu, terlihat satu unit speedboat di belakang mereka bermuatan tiga orang memakai topeng.

Tiga orag tersebut berusaha mendekati speedboat Hamzah.

Andi bersama dua temannya yang berada jauh di belakang melihat speedboat korban dihentikan.

Dari informasi yang didapatkan Kaltara Pos, jasad korban ditemukan pertama kali sang sepupu Iwan.

Sejak tiga hari lalu, keluarga korban memang telah mencari Hamzah yang belum pulang memanen hasil tambak di Mangkudulis.

"Jumat lalu, Hamzah panen udang di tambak. Dia (Hamzah) hanya muat udang dari Mangkudulis ke Juata," kata salah seorang keluarga korban lainnya bernama Fadly kepada Kaltara Pos.

"Ketika sudah terhenti, salah satu penumpang spedboat yang tidak dikenal itu langsung pindah ke speedboat korban," katanya.

Andi dan dua rekannya yang melihat hal tersebut menerangkan bahwa pelaku sempat menodongkan senjata tajam kepada Hamzah.

Namun, Hamza yang ketakutan langsung melompat ke dalam laut.

Setelah itu, dua pria bertopeng menuju ke arah speedboat Andi sambil menodongkan senjata.

Salah seorang pelaku yang berada di speedboat Hamzah berusaha membawa lari.

Namun, karena speedboat korban saat itu tidak bisa laju, dua pelaku kembali mengarah ke speedboat Hamzah.

Dua pelaku itu kembali membantu menarik speedboat Hamzah yang telah diambil dan berhasil pergi.

Setelah tiga pria bertopeng itu pergi,  Andi membawa speedboat-nya ke pinggir sungai dan  melakukan pencarian di sekitar tempat Hamzah meloncat.

Namun hasilnya nihil. Hamzah tak juga ditemukan.

Andi pun kembali ke Tarakan dan segera menghubungi temannya, sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polair Juata laut.

Andi mengatakan, cirri-ciri speedboat pelaku bagian bawah warna hitam dan bagian atas warna biru.

Namun, Andi tak bisa menyebutkan cirri-ciri pelaku yang jumlahnya tiga orang tersebut.

Mengetahui hal ini, keluarga korban akhirnya melakukan pencarian menggunakan delapan unit speedboat bermesin 40 PK.

Pencarian berakhir pada Minggu kemarin (18/12) pagi setelah menemukan Hamzah sudah dalam keadaan tak bernyawa. 

"Waktu kami temukan, Hamzah timbul  di permukaan laut,” ungkapnya. (hai/jos/jpnn)

Komentar telah ditutup.