Kader AMPI Harus 70 Persen Professional, 30 Persen Politik

INDOPOS.CO.ID  – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menggagas pertemuan dengan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di kantor Kementrian Perindustrian RI, Selasa (20/12). Tujuannya, untuk membahas program dukungan pemerintah yang dapat mengangkat perkembangan bisnis industri kreatif. 

Dalam pertemuan itu, AMPI diwakili oleh Ketua Umum, Dito Ariotedjo,  dan Bendahara Umum Heru Sambodo. Pertemuan juga dalam rangka tugas dan fungsi AMPI sebagai Ormas kepemudaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan fokus AMPI untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil.

Menperin, Airlangga Hartarto mengatakan, sangat mendukung inisiatif AMPI sebagai Ormas kepemudaan untuk mau mendukung program pemerintah dalam meningkatkan industry kreatif dan kesiapan AMPI untuk membantu mempersiapkan tenaga kerja terampil pada kader-kadernya yang tersebar di seluruh propinsi. 

“Saya sangat setuju dengan arah pengembangan AMPI dimana 70 persen pada pengembangan minat bakat dan profesionalitas dan setelah itu 30 persen pada pendidikan politik kebangsaan.” ujar Airlangga, Selasa (20/12/2016)

Ketua Umum, Dito Ariotedjo menuturkan, sebagai Ormas kepemudaan yang sudah 38 tahun berdiri dengan pengurus yang tersebar lengkap dari tingkatan propinsi hingga kabupaten, AMPI memang digadang sebagai salah satu ormas kepemudaan yang mampu untuk berkontribusi secara real untuk membantu program pemerintah. 

“Kami sangat mendukung komitmen dan keseriusan pemerintah, khususnya pada Kementrian Perindustrian untuk meningkatkan perkembangan SDM sebagai sarana utama peningkatan laju industry negara kita kedepannya.” ungkapnya.

Baca Juga :

AMPI Ajak Anak Muda Sambut Indonesia 4.0

Sebagai bukti kongkrit dari pertemuan tersebut, sambung Dito, AMPI mempersiapkan berbagai kerjasama dengan Kemenperin berupa pelatihan teknis dan professional bagi para kadernya. 

“Kedepannya, kami akan menggagas kerjasama pelatihan mekanik Motor Roda Dua, Pelatihan Manajemen Usaha Perbengkelan dan Akses Penyertaan Modal Usaha dengan Kemenperin.” tutupnya. (aen)

Komentar telah ditutup.