Refleksikan Sifat Rasul dalam Peringatan Maulid Nabi di Muara Angke

INDOPOS.CO.ID- Calon Gubernur Anies Baswedan memenuhi undangan peringatan maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh warga di Musala Sirojul Muslimin, Pengasinan, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (20/12/2016). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 20.00 wib tersebut diawali dengan pembacaan shalawat beriring musik hadrah selama hampir 1.5 jam.

Sekitar 150 orang yang hadir dalam kegiatan ini terlihat tenggelam dalam suasana khusyuk, khususnya saat pembacaan doa setelah shalawat.  Memasuki acara inti, kegiatan peringatan Maulid Nabi ini akhirnya dibuka dengan pembacaan alQuran sebagai kitab suci umat Islam. 

Kegiatan yang turut dihadiri tokoh masyarakat dan ulama dari berbagai daerah tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Anies Baswedan. Anies, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah salah satu momen yang tepat untuk mengungkapkan kecintaan kita (umat islam) kepada Rasul.

Dalam pandangan Anies, Rasul merupakan manusia sempurna yang menjadi suri teladan bagi umatnya. Hal yang mengagumkannya adalah kisah hidup Rasul yang merupakan kisah hidup manusia paling lengkap dari kisah kakeknya hingga keturunannya. Selain itu, kecintaan umat kepada Rasul tidak hanya dicintai oleh umat pada zamannya saja, melainkan lintas zaman.

"Hari ini dicintai satu kampung itu sulit sekali. Apalagi dicintai satu kota. Ada juga satu provinsi tidak dicintai. Bayangkan, ini dicintai sampai lintas zaman. Hikmah ini yang harus diambil bersama sama. Sifat sifat ini apakah sudah kita teladani dan ditunjukkan dalam kehidupan kita?," terang Anies yang diamini oleh warga.

Mantan Menteri Pendidikan inipun menceritakan bagaimana Madinah yang dipimpin oleh Rasul dan 4 Khilafah setelahnya telah menunjukkan proses pemilihan pemimpin yang demokratis. Anies menjelaskan bahwa di masa ketika bangsa lain masih berganti pemimpin lewat pertumpahan darah (perang) atau keturunan (kerajaan), umat islam telah menunjukkan proses yang memesona dunia hingga sekarang. "Umat islam tidak perlu mengajari demokrasi, (karena) umat islam sudah memraktekkannya dengan cara musyawarah," papar Anies lebih lanjut.

Baca Juga :

Anies kemudian kembali mengapresiasi apa yang dilakukan umat Islam dalam menyampaikan aspirasinya pada aksi 2 Desember lalu. "Kita telah memperlihatkan kepada dunia bahwa kita mengungkapkan dengan cara yang adil. Kita menuntut dengan dzikir. Umat islam telah menunjukkan contoh bahwa adab memberikan pesan dilakukan dengan damai," ujar Anies.

Di akhir sambutannya, Anies berharap bahwa pemimpin di Jakarta adalah orang yang memiliki adab. "Ra'iyah atau rakyat sudah menunjukkan adab. Maka, Rois sebagai pemimpin adabnya harus lebih baik daripada ra'iyahnya," kata Anies yang ditanggapi dengan antusias oleh warga. (wsa)

 

Komentar telah ditutup.