Rabu, 19 September 2018 11:58 WIB
pmk

Liga Indonesia

BOPI Sorot Legalitas Lima Klub ISC 2016

Redaktur:

Arema Cronus jadi salah satu klub yang disorot legalitasnya oleh BOPI

INDOPOS.CO.ID - Tugas berat menghadang kepengurusan baru PSSI di bawah kendali Edy Rahmayadi.  Di mana, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) kembali menyoroti aspek legalitas beberapa klub dari kasta tertinggi di tanah air.  PSSI nantinya harus bisa menjelaskan soal aspek legalitas dari lima klub yang menjadi sorotan BOPI. 

Klub- klub tersebut adalah PS TNI, Bhayangkara FC, Madura United, Bali United dan Arema Cronus. Lima klub itu adalah peserta Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.   

"Mereka adalah klub yang rata-rata menggunakan nama baru, yang tidak dikenal di kompetisi sebelumnya,'' kata Muhammad Noor Amman, ketua umum BOPI setelah pertemuan dengan PSSI di Mercure Hotel, Cikini kemarin sore.  ''Tentu, ini adalah problem yang harus dipecahkan bersama," ujarnya.

Amman menegaskan, sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017 bergulir pada Maret mendatang, klub-klub tersebut harus bisa menjelaskan soal keabsahan dan legalitas mereka. Artinya, kalau klub-klub baru itu adalah akuisisi dari klub lain, maka riwayat dan berita acara akusisi atau kesepakatan yang mereka lakukan harus dijelaskan dengan lampiran dokumen resmi. 

Sebaliknya, bila problem legalitas itu tidak mampu dijelaskan, maka BOPI tidak segan-segan untuk mengambil langkah tegas.  Lembaga  di bawah Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu berencana untuk tidak memberikan rekomendasi kepada klub yang aspek legalitasnya meragukan. "Kami akan memberikan rekomendasi terbatas kepada klub yang legalitasnya sudah beres," ujar Amman.

Pria pensiunan TNI dengan dua bintang di pundaknya ini menambahkan, sikap ini diambil semata-mata  hanya untuk menegakan  regulasi kompetisi yang diusung oleh PSSI sendiri.  Artinya,  apa yang dilakukan BOPI bukan bagian dari intervensi pemerintah kepada komunitas sepak bola tanah air.

Nah,untuk mempermudah penyampaian aspek legalitas, BOPI dan PSSI sepakat untuk membentuk tim kecil.  Rencananya, tim tersebut akan bekerja mulai Januari nanti. Tim ini tugasnya melakukan verifikasi faktual kepada sejumlah klub kandidat kompetisi musim 2017. "Sehingga keputusan yang diputuskan oleh PSSI, tidak lagi terganjal di BOPI.  Karena, kedua belah pihak sudah sama sama bekerja sejak awal," jelasnya.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan, sejatinya ada spirit yang sama antara PSSI dan pemerintah yang diwakili BOPI.  "Pertemuan tadi baru awal. Dan, kami perlu mencari formulasi yang tepat. Kami akan membuat MoU sebgai gerbang untuk menyatukan spirit besar ini," ujar Joko. 

Sebagai catatan, masalah legalitas klub ini sejatinya sudah terjadi sejak 2015 lalu. Ketika itu, BOPI enggan memberikan rekomendasi kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya sebagai peserta kompetisi musim itu.  Alasannya, dua klub asal Jawa Timur tersebut masih memiliki sengketa kepemilikan karena problem dualisme. (ben/bas/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

Kiper Menjadi Striker

Liga Indonesia

Liga 1 2018 Lebih Baik dari Musim Lalu

Liga Indonesia

Bentrok, 4 Suporter Sepakbola Luka-luka

Liga Indonesia

Stadion Mandala yang Tak Lagi Angker

Liga Indonesia

Resmi, Tiga Bintang Sriwijaya Hengkang ke Malang

Liga Indonesia

IKLAN