Rabu, 26 September 2018 12:41 WIB
pmk

Formula 1

Gagal Pertahankan Gelar Juara Dunia, Hamilton Bertekad Kuat Merebut

Minta Bos Tidak Ganti Komposisinya
Redaktur:

Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton

INDOPOS.CO.ID - Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, gagal mempertahankan gelar juara dunia di akhir Formula One (F1) musim 2016. Sebab, dirinya harus rela dikalahkan rekan satu timnya, Nico Rosberg. The Boss –julukan Hamilton– harus puas duduk di posisi kedua dengan koleksi 380 poin. Meski raih hasil kurang memuaskan, Hamilton mengaku puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh timnya dalam meningkatkan performa mobil.

Bahkan Hamilton meminta bos Mercedes, Toto Wolff, untuk tidak mengganti komposisi timnya di gelaran F1 musim mendatang. Hamilton percaya dengan komposisi tersebut akan lebih memudahkan dirinya mendapatkan mobil balap yang diinginkan.

“Saya telah meminta kepada Toto untuk tidak mengubah orang yang bergabung di tim. Saya ingin menyimpan semua teknisi dan tidak ada satu pun yang harus meninggalkan tim. Saya tidak ingin berdampak apa pun pada mobil yang saya kendarai. Saya memercayai mereka untuk melakukan segala perubahan pada mobil untuk tahun depan. Saya tinggal menunggu,” ujar Hamilton, mengutip dari F1i, Selasa (20/12).

Karena mengaku patah hati setelah kalah dalam persaingan gelar juara di 2016, pebalap Mercedes itu bertekad kuat merebutnya kembali di musim depan. Hamilton dipaksa merelakan titel juara dunia jatuh kepada Nico Rosberg. Di klasemen akhir, pebalap Inggris itu menyudahi kejuaraan dengan selisih lima poin dari mantan rekan setimnya itu usai finis satu-dua di seri terakhir di Abu Dhabi, November silam.

Mercedes masih akan dijagokan untuk mendominasi musim depan. Hamilton memberi peringatan terhadap rival-rivalnya. “Beberapa pekan yang cukup menyakitkan. Ini merupakan waktu dalam sebuah tahun ketika Anda berubah, mencoba meninggalkan hal negatif dan mengambil sisi positif ke depan. Tapi tentu saja, itu akan terbangun. Hasrat untuk tahun depan akan terbangun. Aku dalam mentalitas yang bagus. Aku memiliki sebuah proses yang kubutuhkan untuk musim depan. Ketika aku kehilangan gelar juara, motivasi untuk menginginkan merebutnya kembali pada musim depan menjadi berlipat ganda. Sekarang hasratku berlipat," ungkap Hamilton kepada majalah TIME.

Pada balapan terakhir di Yas Marina, Hamilton menciptakan kontroversi setelah melambatkan laju mobilnya di lap-lap akhir demi menjegal Rosberg. Pada prosesnya, dia mengabaikan team order Mercedes yang membuat dia dikritik. Akan tetapi, Hamilton tidak ragu untuk melakukannya lagi di masa depan. "Pekerjaan tim adalah memberi kedua pebalap kesempatan yang sama. Dan sayangnya, aku tidak mendapatkan kesempatan yang sama karena aku sempat mengalami kegagalan sedangkan pebalap lainnya [Rosberg] tidak. Jadi hal itu lebih membuatkau untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Pada akhirnya, itu yang dapat kulakukan. Aku tidak melakukan aksi yang berbahaya. Aku tidak membahayakan orang lain. Aku akan melakukannya lagi. Anda membalap untuk bersaing," sungut Hamilton.

Hamilton mengaku bakal kembali musim depan dengan lebih kuat. Pengalamannya musim lalu, menjadi pelajaran yang berharga bagi pembalap asal Inggris ini. Memang, pada musim 2016 kemarin, Hamilton menjadi salah satu kandidat kuat meraih gelar juara. Namun, dia harus kalah dari mantan rekan setimnya, Nico Rosberg di akhir musim.

Akan tetapi, banyak sekali kejadian yang dilalui dia. Mulai dari mobil yang terbakar, sampai insiden gagal finis. “Musim lalu, banyak hal yang saya jalani. Beberapa pekan bahkan menyakitkan.Ini merupakan waktu dalam sebuah tahun ketika Anda berubah, mencoba meninggalkan hal negatif dan mengambil sisi positif ke depan," kata Hamilton dikutip Auto Sport.

Kendati begitu, semua hal yang dijalaninya itu membuatnya makin dewasa. Ini, merupakan sebuah proses untuk membentuk dirinya semakin berkualitas. "Saya dalam mental yang bagus. Ketika saya kehilangan gelar, motivasi untuk menginginkan merebutnya kembali pada musim depan menjadi berlipat ganda. Sekarang hasratku berlipat," papar dia.

Hamilton mengakui kalau ada beberapa pihak di dalam tim Mercedes yang lebih condong membela Rosberg musim lalu. "Pekerjaan tim adalah memberi kedua pebalap kesempatan yang sama. Dan sayangnya, saya tidak mendapatkan kesempatan yang sama karena saya sempat mengalami kegagalan sedangkan pebalap lainnya [Rosberg] tidak," tandas dia. (dts/ies/okc/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN