PAN Diskusikan RUU PKS, Ini Intinya

INDOPOS.CO.ID – Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP PAN mengkaji RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dalam diskusi piblik di Kantor PAN Jalan Senopati Jakarta Selatan, hari ini (21/12/2016). Diskusi digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember itu menghadirkan pembicara calon Wakil Gubernur DKI Sylviana Murni, anggota DPR dari Fraksi PAN Andi Yuliani Paris dan Ammy Amalia, serta Masruroch dari Komnas Perempuan.

Diskusi dibuka oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan didampingi Ketua Bidang Pemberdayaan Perempunan  DPP PAN Euis F Fatayaty.  RUU PKS sendiri dipelopori oleh salah satunya anggota DPR FPAN Komisi  II Ammy Amalia.

Baca Juga :

Fatayati berharap RUU PKS itu hendaknya  mencantumkan poin utama antara lain. 
Pertama, pemberatan hukuman untuk pelaku tindak kekerasan seksual agar  memberikan efek jera bagi pelaku. Hal ini penting sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya tindak pidana kekerasan seksual. 

"Pelaku harus dihukum seberat-beratnya," katanya dengan penuh harap, Rabu (21/12/2016).

Selain itu, lanjut Euis, perlu adanya rehabilitasi, perlindungan dan penjaminan hak-hak korban. Mulai dari proses penyidikan sampai dengan skema pemulihan bagi korban yang mengalami trauma.

Lebih jauh Euis mengharapkan perlunya pencegahan terjadinya reviktimisasi bagi korban. "Poin-poin inilah yang harus diperjuangkan dalam RUU PKS nanti," katanya menegaskan.

Baca Juga :

Sementara calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Sylviana Murni yang hadir sebagai pembicara menyatakan concern  terhadap  RUU PKS dengan mencanangkan jargon Jakarta yang ramah untuk perempuan dan anak. 

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan  mengucapkan selamat atas peringatan hari Ibu saat ini. "Sekarang  tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan. Sekarang hak laki-laki dan perempun sudah sama tidak ada perbedaan lagi," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Zulkifli menambahkan bahwa   perempuan Indonesia bisa menjadi apapun di negeri ini. Presiden sudah Ibu Megawati,  menteri juga ada dan  DPR juga sudah banyak.

 "Tidak ada halangan apapun untuk menjadi apapun di negeri ini. Tergantung daya juang masing-masing," katanya menambahkan. (jpg)

Komentar telah ditutup.