Selasa, 25 September 2018 06:26 WIB
pmk

Total Sport

Besut Thailand, Rexy Siap Tantang Indonesia di Piala Sudirman 2017

Redaktur:

Rexy Mainaky

INDOPOS.CO.ID - Jiwa petualang rupanya masih terpendam dalam diri Rexy Mainaky. Salah satu pemain dan pelatih bulutangkis berprestasi Indonesia itu kini memilih melatih tim nasional Thailand. Situasi yang cukup berat buat Rexy karena harus meninggalkan dunia bulutangkis Indonesia. Sebab, dalam empat tahun terakhir ini, Rexy sudah menjalankan peran krusial sebagai Kabidbinpres PP PBSI periode 2012-2016.

Medali emas ganda campuran via Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Olimpiade 2016 lalu menjadi prestasi paripurna yang bisa diberikan Rexy. Diakui atau tidak, dengan segala kebijakan yang ia jalankan, pelatnas Indonesia memang terus mengalami perubahan.

Salah satu peninggalan yang nantinya harus dikembangkan adalah potong generasi di sektor tunggal. Kini,  tunggal putra memiliki amunisi pebulutangkis muda yang masih punya potensi bersaing hingga dua kali gelaran olimpiade. Antara lain, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, ataupun Firman Abdul Kholik.

Sedangkan di sektor tunggal putri, praktis hanya Linda Wenifanetri yang merupakan sosok senior. Sisanya mereka adalah tunggal putri yang bisa diharapkan untuk bisa melanjutkan prestasi Susi Susanti di masa jayanya dulu.

Rexy pertama kali menukangi timnas asing yakni pada 2000 hingga 2005 silam saat membesut tim nasional  Inggris (selengkapnya lihat grafis). Dua negara Asia Tenggara, Malaysia dan  Filipina juga sempat mendapatkan sentuhan seorang Rexy sebelum kembali ke Indonesia pada 2012-2013.

Kepastian Rexy menukangi Thailand kali ini sebenarnya sudah mulai mencuat di awal Desember lalu. Beriringan dengan pengumuman pengurus baru PP PBSI di bawah komando Wiranto. ”Tetapi baru deal resmi pada 15 Desember, saat saya ke Bangkok,” terang Rexy kepada koran ini  di Jakarta, Selasa (20/12).

Keberadaan Rexy di Timnas Thailand jelas akan menjadi ancaman tersendiri buat pelatnas Cipayung. Sebagaimana diketahui, Thailand begitu digdaya di sektor tunggal putri dan mulai berkembang ganda putra mereka. Tiga nomor lain, ganda putri, campuran,  dan tunggal putri diakui Rexy sebagai pekerjaan besarnya dalam tiga tahun mendatang.

Event terdekat yang akan menjadi pembuktian Rexy adalah Piala Sudirman. Tak tanggung-tanggung, misi besar menjadi juara Piala Sudirman 2017, hingga Thomas-Uber Cup 2018 untuk pertama kalinya sudah disematkan tim nasional Thailand kepada Rexy. Artinya, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk perjumpaan Thailand dengan Indonesia di ajang beregu campuran tersebut pada 2017.

Namun, hingga kemarin Rexy belum memastikan bakal membawa pelatih lain dari Indonesia. Tetapi, kalau melihat komitmen Thailand, bukan tidak mungkin Rexy akan mendapatkan dukungan pelatih Indonesia lainnya. ”Saya koordinasi semua nomor, tapi nanti saya akan atur susunan pelatih,” urainya.

Sementara itu, PP PBSI kini tengah fokus menjalankan promosi degradasi untuk pelatnas tahun depan. Secara teknis, kemungkinan besar tidak akan banyak perubahan yang terjadi di sektor ganda. Sebab, pencapaian pebulutangkis ganda Indonesia sudah memperlihatkan prestasi yang cukup siginifkan, terutama di ganda putra dan ganda campuran.

Besar kemungkinan perubahan justru terjadi di sektor tunggal. Namun, Susi Susanti, Kabidbinpres PP PBSI menerangkan kalau pihaknya masih akan melihat segala kemungkinan sebelum mengeluarkan putusan. ”Yang jelas, tahun depan kami butuh kerja keras untuk mengejar ketertinggalan sektor tunggal,” urainya. (nap)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bulutangkis 

Berita Terkait

Akbar/Winny Langsung Tersingkir di Indonesia Masters

Bulutangkis

Siapkan Pesta Medali Emas  

Asian Games 2018

Bisa-Bisa All Indonesian Final

Asian Games 2018

Sore Ini, Anthony Dkk Tantang Tiongkok di Final

Headline

Gregoria dkk Pede Habisi Hongkong

Bulutangkis

IKLAN