Insentif Pajak Gairahkan Industri Alas Kaki

INDOPOS.CO.ID– Kementerian Perindustrian memprediksi, industri alas kaki pada tahun depan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,6 persen. Pada tahun ini industri alas kaki tumbuh terbatas 4 persen.

Untuk mendorong pertumbuhan industri alas kaki, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menilai butuh investasi baru dan penguatan bahan baku. ”Industri ini menjadi salah satu andalan ekspor. Mayoritas orientasi industri alas kaki untuk ekspor dan bisa menampung banyak tenaga kerja,” ujarnya saat kunjungan ke Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo (21/12).

Baca Juga :

Salah satu kendala pertumbuhan industri persepatuan Indonesia adalah minimnya produktivitas tenaga kerja di Indonesia. ”Pemerintah sudah cukup memberikan insentif bagi industri alas kaki dalam negeri,” ujarnya.

Salah satu insentif yang diberikan pemerintah adalah diskon pajak penghasilan pasal 21 bagi industri alas kaki melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2016 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Pegawai dari Pemberi Kerja dengan Kriteria Tertentu.

Baca Juga :

Hilary Duff Bakal Punya Momongan Baru

Pemberi kerja yang dimaksud adalah industri alas kaki serta tekstil dan produk tekstil (TPT) yang berorientasi ekspor minimal 50 persen dari total penjualan. Pegawai di industri tersebut bisa dikenai pemotongan pajak penghasilan pasal 21 dengan tarif 2,5 persen dan bersifat final.

Diskon pajak itu juga diterapkan bagi industri yang minimal menyerap 2 ribu tenaga kerja. Peraturan tersebut merupakan turunan dari Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VII. Pada Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VII awalnya disebutkan, insentif berlaku bagi perusahaan dengan jumlah karyawan minimal 5 ribu tenaga kerja. Namun, kebijakan itu diturunkan menjadi minimal 2 ribu tenaga kerja.

Baca Juga :

Olimpiade Bukan Ajang Demonstrasi

Direktur Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Ratna Utarianingrum menambahkan, industri alas kaki nasional masih berpotensi tumbuh. Berdasar laporan Footwear World pada 2015, ada 1 miliar pasang sepatu yang diproduksi di Indonesia.

Angka itu membuat Indonesia menjadi produsen sepatu terbesar keempat di Asia dengan pangsa pasar 4,4 persen. ”Produsen alas kaki terbesar di Asia selama ini adalah Tiongkok, India, Vietnam, baru Indonesia,” tambah Ratna.

Pada tahun ini nilai ekspor alas kaki dari Indonesia diproyeksikan mencapai USD 4,8 miliar. Dari total angka tersebut, utilisasi produk alas kaki baru mencapai 60 persen. Indonesia juga mampu menembus angka ekspor alas kaki senilai USD 8 miliar di beberapa tahun mendatang jika utilisasi produksi alas kaki dalam negeri bisa dimaksimalkan. (vir/c21/noe/JPG)

Komentar telah ditutup.