Polri Bakal Tindaki Klakson Telolet di Jalanan

INDOPOS.CO.ID – Ketika masyarakat 'berbahagia' dengan fenomena klakson 'Om Telolet Om', sikap berbeda diambil Polri. Demi keselamatan semua pihak, Polri bakal memberikan teguran hingga tilangan bila hal ini dianggap berlebihan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul menerangkan, sebenarnya klakson berguna untuk memberikan peringatan bagi kendaraan di depan untuk sekedar memberi peringatan, berhati-hati atau karena rencana melambung.

“Yang terjadi dari bus telolet ini pesan yang disampaikan melebihi ambang batas. Nah itu bisa ditertibkan,” kata dia di Mabes Polri, Kamis (22/12).

“Sehingga nanti yang dilakukan Polri akan menghentikan mereka lalu beri teguran dulu. Nanti kalau masih begitu, baru ditilang,” tambah dia.

Baca Juga :

Meski begitu lanjut Martinus berkata, Polri memang senang dengan ekspresi dari anak-anak terkait fenomena telolet ini. Namun harus dipahami faktor keselamatan dan jangan sampai ada korban nantinya.

“Kegiatan yang hentikan kendaraan secara tiba-tiba. Kalau mau mainnya ke tempat poolnya dan pemberhentian. Seperti terminal, jangan di jalan,” imbau mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.

Baca Juga :

Perwira menengah ini juga meminta dinas perhubungan bisa ambil bagian dalam hal penertiban, jangan melulu polisi yang dikerahkan.

Saat disinggung pernyataan dari dishub yang menyebut fenomena telolet ini biasa dan tidak apa-apa, Martinus langsung membantah dan berkata ini berbahaya.

“Ini kan hanya inovasi, kreatif dari sopir untuk menarik (perhatian). Bahayanya dari kecelakaan ini kan bukan dari diri sendiri. Gara-gara orang lain bisa kecelakaan. kalau ada orang jalan, tiba-tiba diklakson, terus kaget, harusnya lurus jadi belok. Ini kan bahaya,” tukas dia. (elf/JPG)

Komentar telah ditutup.