Selasa, 13 November 2018 07:56 WIB
pmk

Formula 1

Bottas Hanya Butuh Mobil Bagus

Tak Ada Lagi Awkward Moment
Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Bagi pembalap Williams-Mercedes Valtteri Bottas ada mimpi besar sebelum juara dunia Formula 1 2016 Nico Rosberg memutuskan pensiun dini. Mimpi itu kini bisa lebih mudah diraih setelah Mercedes menempatkannya di “pole position” sebagai kandidat pengisi kursi balap yang ditinggal Rosberg. Dan mimpi itu adalah menang di balapan Formula 1 dan kemudian menjadi juara dunia.

Bottas, yang memulai debutnya bersama Williams pada 2013 sudah mencatat mengoleksi sembilan podium. Namun, belum sekalipun menapakkan kakinya di podium teratas setelah melewati 77 kali start. Williams dikabarkan akan melepas Bottas setelah Mercedes menyatakan minatnya terhadap pembalap Finlandia tersebut. Transfer pembalap tersebut kini hanya menunggu peresmian karena Felipe Massa, yang sudah memutuskan pensiun sama seperti Rosberg, justru dipanggil pulang oleh Williams untuk menggantikan Bottas.

Bottas sendiri, pertengahan musim ini, pernah mengungkapkan rasa hatinya ingin membalap untuk Mercedes. ''Siapa yang tak ingin membalap untuk Mercedes? Saat ini (Mercedes) itu adalah mobil tercepat. Aku harus membuktikan, jika aku layak mendapatkan tempat di tim itu,'' ucapnya dilansir Grand Prix 247.

Setelah dua tahun finis ketiga di klasemen konstruktor performa Williams menurun musim ini. Rankingnya anjlok ke posisi kelima kalah dari Force India. Deputi Team Principal Williams, Claire Williams mengatakan hasil tersebut “menyakitkan”. Karena berada di bawah Force India sama sekali bukan posisi Williams yang sebenarnya.

Awal tahun ini Bottas yang frustasi mengatakan kepada wartawan bahwa jelas ambisinya adalah menang. ''Dan untuk saat ini rasanya sangat sulit,'' keluhnya. Sangat masuk akal jika Mercedes akan memberikan kepadanya peluang untuk mencapai ambisi lamanya memenangi balapan F1 dibandingkan jika masih bertahan di Williams. Bandingkan dengan Williams yang sudah lebih dari satu dekade tak sekalipun menjuarai satupun balapan.

Bottas semakin frustasi jelang akhir musim ini. Agustus lalu secara terbuka pembalap 27 tahun tersebut mengaku tak puas dengan pengembangan mobil yang dilakukan sepanjang musim. ''Tim-tim lain sedikit lebih maju dari kami. Saat ini kami berada di bawah tekanan,'' tandasnya,

Di tengah ramainya silly season Bottas menolak tawaran Renault, yang ingin mengikatnya untuk jangka panjang. Dia memilih bertahan di Williams untuk satu tahun ke depan sambil menunggu panggilan dari tim-tim besar seperti Mercedes, Red Bull, atau Ferrari. Muncul spekulasi bahwa Bottas digadang menggantikan Kimi Raikkonen di Ferrari yang kabarnya akan pensiun akhir musim depan. Sedangkan, peluang di Mercedes memang lebih dekat andaikata Rosberg atau Hamilton akhirnya memilih pergi ke tim lain. Karena Bottas punya kedekatan dengan Bos Mercedes Lewis Hamilton. 

Menjawab pertanyaan Grand Prix 247 Bottas masih enggan berkomentar tentang kepindahannya ke Mercedes.  ''Kita tunggu dan lihat saja nanti,'' jawabnya singkat. Mercedes menyatakan tidak akan mengumumkan nama pengganti Rosberg sebelum 3 Januari. Dengan Massa kembali ke Williams, pengumuman Bottas sebagai rekan satu tim Hamilton hanya tinggal menunggu resmi.

Apakah Bottas adalah pilihan tepat untuk Mercedes? Jika mengingat waktu pensiun Rosberg yang mendadak di akhir musim, jawabannya tentu “Ya”. Saat semua pembalap top sudah terikat kontrak dengan timnya masing-masing, kehilangan Rosberg adalah mimpi buruk bagi tim sebesar Mercedes.

Dari segi personal, Bottas juga tak punya masalah dengan Hamilton. Pembalap Finlandia tersebut tak pernah terlibat insiden di tikungan pertama, tidak pernah menerima komplain karena melakukan blocking, atau berhadapan saat bendera biru dikibarkan (overlap). Artinya, dari sisi sejarah keduanya jauh dari konflik.

Dengan menempatkan sosok Bottas yang nggak neko-neko, bersanding dengan pembalap temperamental seperti Hamilton, Mercedes berharap harmoni di internal tim bisa terjaga, Tapi sebaliknya, para fans akan merindukan momen-momen kikuk alias awkward moment yang jamak terlihat antara Hamilton dan Rosberg di ruang tunggu di belakang podium ketika keduanya finis di podium. Tidak bersalaman, tidak berbicara satu sama lain, bahkan tidak bertegur sapa. 

Ini yang dikhawatirkan F1 Supremo Bernie Ecclestone dimana tidak ada lagi pembalap yang mampu menghentikan dominasi Hamilton. Bottas sekalipun. ''Orang-orang tidak akan mau membeli tiket untuk menonton Lewis balapan,'' ucapnya. Dominasi Mercedes tak akan hanya berdampak buruh terhadap F1 sebagai tontonan, tapi juga Hamilton sebagai pembalap. Tantangan untuk mengalahkan pembalap yang punya level sama sebagai pembuktian tidak ada lagi.

Bottas sendiri yakin bisa bertarung merebut juara jika mendapatkan mobil terbaik. Selama ini, pembalap yang mecatat finis terbaiknya runner up di GP Jerman dan Inggris pada 2014 itu, mengatakan hanya membutuhkan mobil bagus untuk menang. ''Aku sama sekali tidak ragu terhadap potensiku sendiri. Aku tahu aku mampu memenangkan balapan. Aku butuh hanya butuh mobil yang pas. Aku berharap cepat atau lambat bisa tercapai,'' tegasnya. (cak/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN