Rabu, 14 November 2018 02:13 WIB
pmk

Ekonomi

SHARP Capai Produksi Mesin Cuci ke 5 Juta Unit

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

CANGGIH: Karyawan SHARP tengah menyelesaikan pembuatan mesin cuci. foto: sharp for indopos

INDOPOS.CO.ID–PT SHARP Electronics Indonesia kembali membukukan sebuah prestasi dengan keberhasilannya memproduksi 5  juta mesin cuci dua tabung (twin tub ) di Indonesia. 

"Pada bulan Desember 2016, Sharp berhasil memproduksi 5 juta unit mesin cuci, Kami sangat berterima kasih kepada seluruh konsumen setia kami di Indonesia, hingga dalam kurun waktu 8 tahun, PT Sharp Electronics Indonesia mampu memproduksi mesin cuci sebanyak 5  juta unit," ungkap Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Fumihiro Irie.

PT Sharp Electronics Indonesia ( SEID) mengawali produksi mesin cuci nya di Indonesia pada tahun 2008, kemudian pada tahun 2014, PT SEID memindahkan lokasi pabrik mesin cuci-nya dari Pulogadung ke Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City ( KIIC ), Karawang Barat. 

Di lokasi baru ini  pabrik mesin cuci Sharp menempati area yang lebih luas yaitu 11.400 m2  dan dilengkapi dengan mesin – mesin berteknologi terkini.  Seiring dengan peningkatan permintaan yang cukup tinggi, PT SEID meningkatkan kapasitas produksi mesin cucinya 2,5 kali lipat menjadi 1.680.000 unit pertahunnya. 

Beragam fitur dibenamkan pada produksi mesin cuci Sharp tipe dua tabung nya, seperti fitur Low Wattage System yang dapat  menghemat listrik karena menggunakan teknologi Planet Gear guna menghasilkan tenaga yang kuat namun mengkonsumsi listrik yang rendah, Dolphin Pulsator yang dirancang mengadopsi bentuk ekor lumba – lumba untuk memperkuat putaran air, sehingga hasil pencucian bersih sempurna, Silvermagic Protection on Pulsator ( proteksi Ag + ion ) yang melindungi pakaian dari bakteri dan jamur dan desain body kabinet plastik yang mencegah korosi dan anti karat.

''Kami benar-benar memperhatikan kebutuhan pasar lokal dengan memberikan produk-produk yang dibutuhkan oleh mereka, beragam fitur yang ditawarkan pun sesuai dengan kondisi budaya dan alam di Indonesia, seperti kami punya tipe di mana fitur kontrol panel dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan konsumen paham dan mengerti cara penggunaan mesin cuci tersebut hingga kesalahan pada saat pengoperasian dapat dihindarkan.

"Lalu hemat listrik, kemudian teknologi Super Aquamagic dengan water purification filter 30 persen lebih besar, mampu mengurangi kandungan zat besi dalam air sebesar 56 persen sehingga menjaga pakaian tidak berubah warna, karena seperti kita ketahui beberapa daerah di Indonesia khususnya di luar Jawa sulit sekali mendapatkan air bersih karena kualitas air tanah yang berbeda hingga kadang akan membuat pakaian putih berubah warna menjadi kekuningan," jelas Herdiana Anita Pisceria, selaku Product Planning General Manager 

Saat ini menurut data GfK per October 2016, mesin cuci Sharp menempati peringkat pertama pasar mesin cuci di Indonesia dengan menguasai pasar sebesar 24,8 persen dari total pasar mesin cuci di Indonesia sebesar 3,2  juta unit. 

Di tahun 2017, Sharp akan menargetkan penjualan sebesar 28 persen. Beragam strategi pasar sudah dirancang guna meningkatkan volume penjualan mesin cuci Sharp. 

"Apalagi saat ini adalah musim penghujan, di mana biasanya permintaan akan mesin cuci cukup tinggi, dan Sharp menyediakan beragam ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konsumennya mulai dari 6 Kg sampai 10 Kg dengan kisaran harga Rp. 1,5 juta – Rp. 2 Juta, Kami optimis bisa capai target,” tambah Herdiana. 

Kesuksesan Sharp dalam menguasai pasar tidak terlepas dari  kepercayaan konsumen dalam menggunakan produk mesin cuci Sharp.(solikin/*) 


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN